Pemprov Sumut Tambah Kuota LPG 3 Kg untuk Madina, Penyaluran Diminta Tepat Sasaran

MADINA – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menetapkan kuota LPG 3 kilogram bersubsidi untuk seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumut. Dilihat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapatkan kuota LPG 3 kg sebanyak 9.316 Metrik Ton (MT).

Penetapan kuota tahun 2025 itu tertuang dalam surat Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumut nomor 500.10.7.6/136/2025 tanggal 15 Februari 2025 tentang Besaran Alokasi/Kuota LPG Tabung 3 kg per Kabupaten/Kota Tahun 2025 Provinsi Sumut ditandatangani Pj. Sekretaris Daerah, Efendi Pohan.

Surat itu menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor B-1004/MG.05/DJM/2025 tanggal 5 Februari 2025 perihal Besaran Alokasi/Kuota LPG Tabung 3 kg per kabupaten/kota tahun 2025 di Sumut.

Kuota untuk Madina dikurangi jika dibandingkan dengan angka yang diusulkan Bupati Madina H.M Ja’far Sukhairi Nasution, sebesar 11.604 MT. Ada selisih 2.288 MT dari yang diajukan.

Meski begitu, kuota tahun 2025 ini masih di atas angka tahun 2024 yang sebanyak 9.062 MT. Atau ada pertambahan sebanyak 254 MT.

Sementara kuota BBM jenis Solar, Pemrov Sumut menambah kuota dari tahun 2024 ke 2025. Madina pada tahun ini mendapat kuota 37.924 kiloliter (kL). Jumlah ini bertambah 10.536 kL.

Kepala Dinas Perdagangan Madina, Drs. Parlin Lubis menyebut kuota yang diajukan sebanyak 11.604 MT terbagi untuk rumah tangga sasaran 7.396 MT; usaha mikro 3.558 MT dan nelayan sasaran 650 MT.

Ajuan besaran kuota itu sebagai upaya dari Pemkab Madina mengantisipasi kekurangan LPG 3 kg yang kadang kala memicu keresahan konsumen dan spekulasi di pasaran.

Parlin Lubis pun berkeyakinan bahwa kuota yang telah ditetapkan ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kg dengan catatan pendistribusiannya benar benar tepat sasaran.

“Bagaimana caranya agar bisa tepat sasaran? Nah..disinilah perlunya kita bersama-sama untuk melakukan pengawasan secara berjenjang sesuai dengan kewenangan masing-masing agar kekurangan itu tidak terjadi,” katanya. (FAN)