Pemkab Madina Ungkap Penyebab 17 Orang Masuk Status ODP

0
435

MohgaNews|Madina – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dr Syarifuddin menegaskan bahwa di Kabupaten Madina belum ada pasien yang terpapar Covid-19 atau virus Corona. Tetapi, saat ini ada 17 orang yang ditetapkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP)

“Perlu kami luruskan bahwa sampai sekarang belum ada pasien virus Corona di Kabupaten Madina, yang ada hanya status ODP untuk 17 orang. Mereka berstatus ODP karena baru pulang dari daerah terpapar virus Corona. Artinya harus bisa kita bedakan mana yang ODP (orang dalam pemantauan), kemudian PDP (Pasien dalam perawatan) dan pasien yang positif corona. Jangan kita menganggap yang ODP itu sudah penderita virus Corona, harus bisa dibedakan supaya masyarakat tidak panik karena status ODP itu,” kata dr Syarifuddin yang juga tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Madina

Ia menjelaskan, 17 orang yang masuk status ODP itu dikarenakan faktor kelelahan pulang dari perjalanan jauh. Mereka rata-rata berstatus mahasiswa yang kuliah di daerah pandemi Corona

“Mereka rata-rata mahasiswa, kuliah diliburkan, karena mereka berada di daerah terpapar Corona dan pulang ke Madina, dengan kesadaran diri masing-masing, mereka melapor ke fasilitas kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Kemudian ada gejala batuk dan flu, karena itu mereka kita buat status ODP dan diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka kita pantau, petugas medis tiap hari memeriksa kesehatan mereka

“Kalau misalnya kesehatan mereka makin buruk, maka mereka akan ditetapkan jadi PDP. Itu wajib dirawat di Rumah Sakit Umum. Setelah itu maka akan diambil sampel, kalau hasilnya positif maka akan dirujuk ke rumah sakit yang berkompeten menangani pasien Corona,” jelas dr Syarifuddin.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak menyebar informasi yang belum benar adanya. Karena bisa menganggu psikis orang yang masuk status ODP.

“Dengan kesadaran sendiri mereka mau memeriksakan kesehatan mereka, kita berterima kasih untuk itu. Karena itu kita meminta masyarakat jangan menyebar informasi yang tidak benar,” pesan dr Syarifuddin. (MN-01)