MADINA – Wakapolres Mandailing Natal (Madina) Kompol Arisfianto mengaku pihaknya masih memburu tiga orang pria pelaku narkoba di Desa Batu Mundom, Kecamatan Muara Batang Gadis. Hal itu disebut buntut aksi penggerebekan yang dilakukan oleh kaum ibu di desa tersebut pada, Kamis (20/11/2025).
Wakapolres menyampaikan, tiga pria terduga bandar narkoba itu melarikan diri ke areal perkebunan sawit di wilayah Batu Mundom dan sekitarnya. Mereka melarikan diri setelah masyarakat dan personel Polsek Muara Batang Gadis bertindak.
“Tiga bandar narkoba yang melarikan diri ke kebun sawit di Batu Mundom sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Kompol Arisfianto, Minggu (23/11), diberitakan StarNews.
Sebelumnya diberitakan, kaum ibu di Batu Mundom sekitar pukul 15.00 WIB mendatangi pondok milik Jaim yang digunakan sebagai lokasi pemakaian narkoba jenis sabu. Kaum ibu itu bertemu Jaim dan rekan-rekannya di pondok tersebut.
Dalam prosesnya, kaum ibu itu mendapat ancaman pakai parang oleh Aspan, rekan Jaim di pondok itu.
Menurut keterangan kaum ibu ke personel Polsek Muara Batang Gadis, Aspan sontak menanyakan kepada ibu-ibu mengapa Kepala Desa Batu Mundom tidak ikut dalam rombongan kaum ibu untuk memberantas narkoba.
“Mana Kepala Desa kalian, kok enggak ikut. Mana lah dia mau ikut, kan, karena dia dapat stabil narkoba dari kami,” kata Aspan kepada emak-emak itu berdasarkan laporan iterima dari Polsek Muara Batang Gadis.
Mendengar perkataan dari Aspan, kaum ibu itu kembali mendatangi rumah kepala desa menanyakan informasi tersebut. Kades tidak terima dan mengajak masyarakat untuk mendatangi rumah Aspan di desa setempat.
Massa ketika di rumah Aspan tidak menemukan barang bukti narkoba. Massa pun beralih mendatangi rumah Gusman dan Lanang, terduga pengedar narkoba rekan satu tim dengan Jaim dan Aspan.
Penggeledahan rumah terduga pengedar narkoba itu berakhir di rumah Jaim. Masyarakat dan personel Polsek Muara Batang Gadis hanya menemukan mancis berbentuk pistol di rumah Jaim.
Kapolsek Muara Batang Gadis Iptu Akmaluddin, SH, MH, mengatakan kaum ibu-ibu Desa Batu Mundom bergerak dalam pemberantasan narkoba terinspirasi dari peristiwa di wilayah Kecamatan Siabu yang baru-baru ini viral terkait tindakan pemberantasan narkoba.
Akmal menyebut, masyarakat di Batu Mundom sudah sangat resah akan peredaran gelap narkoba. Dia menyebut, dalam pemberantasan, petugas juga cukup sulit bergerak karena akses ke wilayah itu hanya satu.
“Setiap kita mau masuk ke dalam, sudah ketahuan kian karena akses ke sana hanya satu dan medannya cukup sulit,” kata dia.
Akmaluddin mengaku, dalam aksi masyarakat itu, dirinya sudah berharap para pengedar narkoba di wilayah itu tertangkap oleh warga dan diproses hukum.
“Sayangnya tidak satupun pengedar narkoba itu ditangkap masyarakat. Mereka sudah melarikan diri ketika personel Polsek datang,” ungkap dia.
“Adapun barang bukti yang diamankan dalam rumah milik Jaim itu, berupa dua buah bola cctv, tiga buah alat hisab sabu, plastik klip sabu-sabu, satu buah kaca pirex, mancis, bungkus pipet dan dua unit hand phone,” sambungnya. (FAN)






