MADINA – Kepala Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) AR meluruskan informasi atas tuduhan seorang warga yang mengatakan dirinya selingkuh dan tertangkap basah di mobil.
AR menegaskan dirinya pada saat distop mobil suami salah satu perempuan yang ada di dalam mobilnya langsung memukul istri dan merusak kaca mobil dengan batu. Ada tiga orang perempuan di dalam mobil kades yakni, Masriani, Bestianur dan Usmiati.
“Yang datang pakai mobil srempet mobil saya adalah suami dari Usmiati. Usmiati dipukul oleh suaminya hingga luka lebam, dan mobil saya dirusak,” kata AR, Minggu (8/12/2024).
AR menjelaskan pada saat itu dirinya diajak oleh ketiga wanita tersebut untuk membeli durian di wilayah Simpang Gambir, Lingga Bayu. Sementara posisinya waktu itu berada di luar rumah sehingga istri dan anaknya tidak ikut di dalam mobil.
“Kan saya lagi di luar, kebetulan ketiga warga ini minta tolong untuk antar mereka beli durian, yah, saat ini saya antarkan tanpa ada niat apapun, apalagi dituduh selingkuh. Parahnya dibilang tertangkap basah di dalam mobil,” ungkapnya.
AR juga membantah melarikan diri ke hutan. Dia mengaku pergi ke rumah kerabat karena di Desa Kampung Sawah malam harinya tidak kondusif akibat warga masih salah faham.
“Tadi malam masih ramai warga datang ke rumah, tapi tidak merusak. Di depan kantor desa pun ada bakar-bakar ban. Tapi malam itu warga belum tahu bagaimana kronologisnya, masih tau Informasi tangkap basah. Itu fitnah,” ujarnya.
Ditanya apakah ada upaya melaporkan ke penegak hukum soal pengerusakan mobil, AR mengatakan masih menunggu kesepakatan dari tokoh masyarakat desa.
“Kalau laporan itu nantilah, dirembukkan dulu sama orangtua di desa, tapi menurut saya enggak usah panjang-panjang karena itu pun warga saya juga,” tutupnya. (FAN)








