MADINA – Majelis Pustaka dan Informasi melaksanakan kegiatan pelatihan penulisan feature sejarah ranting dan masjid Muhammadiyah Se-Kabupaten Mandailing Natal (Madina) via zoom meeting, Rabu (11/2/2026)
Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Madina sekaligus Kordinator Majelis Pustaka dan Informasi Dr. Datuk Imam Marzuki MA, dan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Yasir Daud Lubis S.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pimpinan ranting serius menuliskan sejarah berdirinya ranting dan masjid oleh para orang tua terdahulu. Mereka berkeringat mengumpulkan dana dan para aghniya (donatur) sehingga masjid berdiri dan dinikmati hingga sampai sekarang.
Kegiatan dibuka oleh Ketua PDM Madina Dr. H. Kasman MA dan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Yasir Daud Lubis S.Pd dan pemateri diisi langsung oleh Dr. Datuk Imam Marzuki MA.
Dalam sambutannya Ketua PDM memberikan support kepada panitia pelaksana. Dr Kasman mengungkapan bahwa kegiatan ini nanti berdampak kepada masjid dan ranting.
“Banyak masjid kita berdiri diinisiasi oleh orang-orang tua kita dahulu dengan keringat dan air mata. Maka perlulah kita tuliskan ini sebagai amal jariyah mereka, begitu juga ada rasa bangga bagi anak cucunya yang hidup sampai sekarang,” katanya
Selanjutnya Ketua PD Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI Bapak Dr. H. Saleh Partaonan Daulay MA yang telah membantu kegiatan ini sepenuhnya. Mulai dari buku yang berjudul “Filsafat Politik Melayu” yang nantinya dijadikan rujukan oleh para ranting untuk menuliskan feature sejarah ranting dan masjid.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Yasir Daud Lubis S.Pd, menyampaikan kegiatan ini dijadikan sebuah buku Bunga Rampai. Seluruh penulis perwakilan ranting-ranting Muhammadiyah Se-Kabupaten Madina dicantumkan dalam cover buku dan di daftar isi dijelaskan masing-masing sejarah berdirinya ranting dan masjid. Bagi peserta penulis dari ranting terbaik, I II dan III nantinya akan diberi penghargaan atas jerih payahnya mengumpulkan informasi tentang sejarah berdirinya ranting dan masjid Muhammadiyah.
Ditambahkan Dr Datuk Imam Marzuki. Ia menyampaikan dalam materinya langkah-langkah untuk menulis feature sejarah adalah seni merangkai fakta sejarah menjadi sebuah cerita yang menarik, menyentuh (human interest), dan deskriptif. Feature sejarah masjid berfokus pada narasi, suasana, dan makna di balik berdirinya masjid.
“Tahap Persiapan dan Riset (Pengumpulan Data) Wawancara Tokoh Kunci: Temui pengurus masjid (takmir), tokoh masyarakat, sesepuh desa, atau keturunan pendiri masjid. Studi Pustaka/Dokumen: Cari dokumen lama, prasasti, buku desa, atau arsip foto yang menunjukkan bentuk awal masjid. Observasi Lapangan: Kunjungi masjid tersebut. Amati arsitektur (misal: sokoguru/tiang utama, atap tumpang), arah kiblat, dan benda-benda bersejarah di dalamnya. Fokus pada 5W+1H: Siapa pendirinya? Kapan berdiri? Mengapa didirikan? Di mana lokasi awal? Apa tantangannya?
Menentukan Sudut Pandang (Angle) Pilihlah satu tema yang kuat agar tulisan tidak melebar. Contoh: Perjuangan warga membangun masjid di tengah keterbatasan. Arsitektur kuno masjid sebagai simbol akulturasi budaya. Peran masjid dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut. Struktur feature lebih fleksibel daripada berita, namun umumnya terdiri dari: Judul (Headline): Menarik dan deskriptif. Contoh: “Sokoguru Saksi Bisu: Sejarah Masjid Agung X Bertahan 3 Abad”. Teras (Lead): Paragraf pembuka yang memikat, bisa berupa deskripsi suasana, anekdot, atau cerita salah satu tokoh. Contoh Lead: “Suara kayu jati yang berderit di masjid tertua Desa X, seolah memanggil kembali kenangan tahun 1800-an, saat para wali memutuskan membangun tempat bersujud di dekat sungai.” Latar Belakang: Bagaimana awal mula ide pendirian masjid. Proses Pembangunan: Tantangan, gotong royong, dan tokoh yang terlibat. Kisah Unik: Mitos, keajaiban, atau anekdot yang dipercaya masyarakat setempat. Deskripsi Fisik: Detail arsitektur yang khas (misal: bentuk limas, pagar keliling)”









