Madina Punya Home Industri Sepatu Kulit, Bupati: Cintai Produk Lokal

MADINA, Mohga – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution didampingi sejumlah pejabat Pemkab Madina berkunjung ke rumah produksi kerajinan sepatu kulit di Desa Simalagi Kecamatan Huta Bargot, Rabu (8/11/2023)

Dalam kunjungan itu, Sukhairi mengaku bangga dengan kreativitas masyarakat dan pemerintahan setempat yang gigih dalam menciptakan peluang usaha di tengah kondisi perekonomian saat ini.

“Kita sangat bangga dengan kreativitas seperti ini yang membuktikan bahwa anak Madina tidak kalah saing dalam hal kreativitas. Kualitasnya bagus, harganya juga murah dan terjangkau. Ini merupakan bukti bahwa dana desa dapat menghidupkan ekonomi kreatif dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Dan peluang usaha ini menurut saya sangat cerah,” sebut Sukhairi.

“Kita akan mengawasi dan membantu sebisa mungkin agar usaha seperti ini berkembang dan memiliki pasar yang luas. Dan semoga dapat menjadi contoh bagi desa yang lain dalam memanfaatkan dana desa. Saya juga berharap media dapat membantu berkembangnya usaha ini melalui promosi dan lainnya,” tambahnya

Dalam momen tersebut, Bupati Sukhairi dan rombongan juga tak lupa membeli beberapa pasang sepatu dan langsung dikenakan.

“Ini saya beli langsung dua pasang,” pungkas Sukhairi sembari mengajak masyarakat Madina untuk lebih mencintai produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk pabrikan.

Camat Hutabargot Miswah Husein Pulungan dan Kepala Desa Simalagi Mhd Dahlan mengungkapkan, usaha kerajinan tersebut dipersiapkan sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Usaha ini sebgenarnya sudah pernah dimulai pada beberapa tahun yang lalu. Namun karena pandemi covid 19, produksinya tidak berjalan. Dan saat ini, kita kembali memulai lagi produksi. Kita juga dari pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi usaha kerajinan ini dan sebisa mungkin membantu perkembangannya,” ujar Miswar Husin.

Hal senada disampaikan Muhammad Dahlan bahwa tantangan saat ini perihal pemasaran, mengingat produk tersebut belum memiliki merk dagang sendiri.

“Untuk karyawan kita saat ini ada 5 orang. Dan sejauh ini kita produksi sesuai orderan. Rencananya usaha ini akan kita persiapkan untuk Bumdes Simalagi. Semoga dengan tambahan modal dari anggaran Dana Desa nantinya dapat banyak membantu mengembangkan usaha ini,” ucapnya.

“Bahannya kulit, seperti kulti lembu dan lainnya. Untuk harganya berkisar si angka Rp. 200 ribu sampai Rp. 300 ribu Untuk tahap ini kita masih memproduksi satu jenis sepatu dengan empat model,” sambung Dahlan. (MN-07)