MADINA – Ketua Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina), Salman, mengecam keras manajemen buruk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Husni Thamrin Natal. Atas peristiwa itu, Komisi IV meminta Bupati Madina Saipullah Nasution mengevaluasi kinerja Direkturnya.
Salman menyayangkan sikap petugas kesehatan di rumah sakit milik pemerintah itu, sebab, baru-baru ini ada seorang pasien gawat darurat tidak mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut karena tidak satupun petugas medis berada di rumah sakit.
Insiden tersebut sudah viral di sosial media, bahkan menjadi sorotan media massa nasional. Hal itu, kata Salman, sebuah tamparan keras bagi pemerintah daerah karena buruknya pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah itu.
“Sebagai mitra kita di Komisi IV, rumah sakit RSUD Thamrin Natal sudah menunjukkan keburukan dan mencoreng nama baik daerah ini. Kita malu, kenapa peristiwa itu bisa terjadi?,” kata Salman, Jumat (15/8/2025).
Legislator kader Partai Golkar itu menyayangkan peristiwa itu. Dia mengatakan pemerintah sudah memberikan fasilitas terbaik bagi rumah sakit itu, tetapi pelayanannya membuat masyarakat kecewa.
“RSUD Husni Thamrin Natal itu telah diperbaiki pemerintah daerah fasilitasnya. Ada juga penambahan gedung. Hal itu dibuat supaya masyarakat yang mau berobat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” jelas dia.
Salman meminta Bupati Madina Saipullah Nasution menyikapi persoalan di RSUD Husni Thamrin Natal dengan serius. Ia mendorong evaluasi kinerja para pejabat dan tenaga medis di rumah sakit plat merah tersebut.
“Bupati Madina harus bertindak tegas. Rakyat Pantai Barat merasa kecewa atas pelayanan di RSUD Husni Thamrin Natal,” tegas dia.
Lebih jauh, Salman mengaku dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Madina bakal melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit itu dan memanggil Direkturnya.
“Komisi IV tidak bakal diam atas penderitaan yang dirasakan rakyat, apalagi persoalan kesehatan. Kita akan bersikap tegas agar kinerja ke depan dapat diperbaiki semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sebelumnya viral video di media sosial dalam rekaman video yang diunggah keluarga pasien. Dalam video itu terlihat seluruh ruangan rumah sakit sepi. Tidak satu pun tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas keamanan, yang berada di tempat. Padahal, pasien yang dibawa keluarga sudah dalam keadaan gawat.
Keluarga pasien akhirnya memutuskan untuk membawa sang ibu ke rumah sakit lain yang jaraknya mencapai ratusan kilometer. Kondisi ini menimbulkan kemarahan warganet dan menuai sorotan publik.
RSUD Husni Tamrin diketahui merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah. Warga menilai masalah pelayanan di rumah sakit tersebut sudah berulang kali terjadi dan tidak kunjung ada perbaikan.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (FAN/Rel).










