Ketahuan Mencuri di Pasar Panyabungan, Emak-Emak Ini Kecebur di Sungai

0
819

MohgaNews|Madina – dua orang emak-emak ketahuan mencuri di pasar baru Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (9/1). Keduanya pun kecebur ke dalam sungai guna menghindari amukan massa.

Kedua pelaku berinisial EI (33) dan RI (40). mereka tercatat sebagai penduduk Aek Orsik Desa Sarakmatua Kecamatan Panyabungan.
Emak-emak ini ketangkap basah melakukan pencurian berupa uang dari tas seorang pembeli yang sedang berbelanja di Pajak Pagi Pasar Baru Panyabungan. Kejadiannya sekitar pukul 6:30 Wib.

Informasi diperoleh wartawan dari pedagang mengatakan, kejadian menghebohkan ini bermula saat korban yang mengalami pencurian berteriak ‘ada maling’.

Kemudian, sejumlah pedagang yang mendengar teriakan melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua pelaku.

Usai ditangkap, massa yang tergabung dari pedagang dan pemuda setempat berbondong-bondong mengahampiri kedua pelaku. Massa yang merasa kesal kemudian menceburkan kedua pelaku ke sungai yang berada di kawasan Pasar Baru Panyabungan.

Saat di sungai itu kedua pelaku menjadi tontonan masyarakat sebelum kedua pelaku akhirnya diamankan oleh jajaran Polsek Panyabungan yang tiba di lokasi Tempat Kejadian Perkara.

Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi Lubis membenarkan pihaknya sudah mengamankan kedua pelaku atas dugaan tindak pidana pencurian di Pasar Baru Panyabungan.

“Iya sudah diamankan, tadi diamankan dari amukan massa,” kata Andi.

Kapolsek mengatakan bahwa mereka tidak bisa menindaklanjuti kasus terhadap kedua pelaku sebelum ada yang namanya korban atau terlapor yang melaporkan bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian.

“Korban belum datang dan belum ada. Belum bisa diproses tindaklanjutnya. Kita masih menunggu korban,” ujar Andi.

Kepada wartawan, kedua pelaku EI dan RI mengaku khilaf dan membenarkan telah melakukan pencurian di pasar baru Panyabungan. Mereka kompak menyebut nekat melakukan pencurian dikarenakan keperluan anak yang mendesak.

“Kami hilaf pak, ada keperluan anak yang mendesak,” ucap keduanya yang mengaku memiliki 8 orang anak dan satu lagi memiliki 5 orang anak.

Saat ditanya mengenai aksi pencurian itu dilakukan, Pelaku mengatakan, mereka awalnya melihat tas si korban terbuka dan melihat ada sejumlah uang didalamnya.

Kemudian, kedua pelaku mendekati korban dan melakukan upaya mengeluarkan uang dari dalam tas. Namun nahasnya, uang yang sudah berhasil dikeluarkan pelaku dari tas terjatuh, sontak korban pun mengetahui aksi pelaku dan langsung berteriak maling.

“Kami lihat tasnya terbuka dan tampak ada uang di dalam. Kami ambil dan tasnya pun jatuh, disitu ketahuannya.

“Tadi Kami sudah minta maaf sama korban pas saat ketahuan, tapi nggak nyangka rupanya teriak maling yang akhirnya kami ditangkap,” cerita kedua pelaku sembari menyebut aksi pencurian ini baru pertama kali mereka lakukan.

Namun, keterangan pelaku berbeda dengan pengakuan sejumlah pedagang yang ada di Pasar Baru Panyabungan.

Pedagang mengatakan kedua pelaku dikenal sebagai komplotan pencuri yang sering beraksi di pasar-pasar tradisional.

“Bohong mereka bilang baru sekali mencuri, mereka sudah dikenal pedagang disini, sering mencuri,” kata pedagang.

Mereka pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian guna memproses kasus pencurian tersebut. (MN-05)