Tenaga Honor Ditangkap Bawa 250 Kg Ganja, Bupati Madina Berang

0
1691

MohgaNews|Madina – Polres kota Padangsidimpuan meringkus dua orang yang mengangkut ganja kering siap edar sebanyak 241 ball atau diperkirakan seberat 250 kilogram pada Rabu malam (8/1) sekitar pukul 22.00 Wib.

Salah satu dari dua orang tersangka yaitu AS (25) yang diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

AS (25) tercatat sebagai warga Kampung Sedikit Kelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dan, temannya yaitu PR (44) warga Desa Padang Laru Kecamatan Panyabungan Timur, Madina.

informasi diperoleh, dua orang pelaku diamankan saat ke duanya mengendarai dump truk melintas di daerah perbukitan Simarsayang, Jalan Sutan Soripada Mulia, kota Padangsidimpuan.

Kapolres Padangsidempuan, AKBP Hilman Wijaya mengatakan, terungkapnya peredaran narkoba tersebut berawal dari informasi yang diperoleh pihak kepolisian dari masyarakat. 

Di saat melakukan penyelidikan, ujar AKBP Hilman, pihaknya melihat mobil dump truk dengan nomor polisi B 9806 TYT melaju dengan kecepatan tinggi. 

Polisi yang merasa curiga melakukan pengejaran dan kemudian menutup badan jalan dengan memarkirkan mobil petugas di tengah badan jalan, untuk menghentikan laju kendaraan pelaku.

AS yang mengemudikan dump truk tersebut nekad menabrakkan truknya ke mobil yang digunakan Polisi untuk menutup badan jalan. Mendapati perlawanan yang diberikan oleh pelaku, Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan AS di bagian kakinya.

Berhasil melumpuhkan pelaku, tambah Kapolres, pihaknya langsung melakukan penggeledahan dan mendapati bungkusan mencurigakan yang disusun rapi di dalam box truk tersebut.

Setelah dicek, ternyata dalam bungkusan tersebut berisi narkoba jenis ganja dengan berat ditaksir sekitar 250 kilogram. Barang bukti diamankan ke Mapolres. Dan sampai saat ini Polres Padangsidimpuan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan kedua pelaku. Rencana tersangka, ganja 250 Kilogram itu akan diserahkan kepada seseorang yang sedang dalam pendalaman Kepolisian. Dan, ganja tersebut rencananya akan diedarkan di berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Begitu mendapat kabar ada salah satu tersangka yang disebut-sebut sebagai tenaga honorer di Pemkab Madina, Bupati Dahlan Hasan Nasution berang. Ia marah besar mendengar adanya pegawai di Pemerintahan yang dipimpinnya terlibat narkoba.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina M. Wildan Nasution yang dihubungi MohgaNews mengatakan, AS selama ini memang berstatus tenaga honor di salah satu SKPD Pemkab Madina. Tapi, Wildan menjelaskan, terhitung Januari 2020, tidak ada perpanjangan kontrak atau SK honor tersangka AS.

“Terhitung Januari 2020 AS bukan lagi tenaga honor Pemkab Madina. SK dia berakhir Desember 2019, dan tidak ada perpanjangan SK. Saya sudah chek ke instansi tempat dia bekerja,” kata Wildan.

Dalam hal ini, Wildan menyebut Bupati Madina marah besar mendapat kabar salah satu tersangka berstatus tenaga honor di Pemkab Madina. Dan, Bupati menegaskan Pemkab Madina tidak akan pernah memberikan bantuan hukum kepada siapapun yang terlibat narkoba, baik status ASN maupun tenaga honor.

“Pak Bupati marah besar, beliau sudah menegaskan siapapun pegawai yang terlibat narkoba diberhentikan, tidak ada tolerir bagi pegawai yang terlibat,” kata Wildan menirukan ucapan Bupati Madina Dahlan Hasan. (MN-01)