MADINA, Mohga – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri mendukung upaya yang dilakukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) bersama Pemkab Madina menjemput kue pembangunan dari pemerintah pusat ke daerah, termasuk mengekspos berbagai potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Madina kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri
“Kita mendukung upaya yang dilakukan TP2D. Kalau bicara kesejahteraan rakyat dan percepatan pembangunan, saya dan Partai Golkar mendukung itu, dan saya kira masyarakat juga menginginkan itu,” sebut H. Aswin kepada mohganews, Senin (26/6/2023)
Ia mengungkapkan, upaya yang dilakukan TP2D ini sebelumnya juga telah dilakukan para tokoh masyarakat mulai zaman Amru Daulay hingga saat ini Madina dipimpin Muhammad Jafar Sukhairi Nasution.
“Dari dahulu para tokoh kita juga berjuang ke pusat agar Madina ini mendapat alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan. Saya sendiri pernah ikut terlibat di dalam tim. Karena kita yakin tanpa peran para tokoh kita di Jakarta maka pembangunan daerah kita akan sulit dilakukan, karena tidak mungkin hanya bergantung pada APBD saja,” ungkapnya
“Saya teringat sama pesan almarhum Haji Sati Lubis, tokoh kita dari Mandailing Julu. Beliau menyamakan Madina ini tidak kalah jauh dari negara Brunei Darussalam. Kekayaan alam melimpah ruah dari berbagai sektor; pertanian, perkebunan, pertambangan, kelautan dan perikanan, di daerah kita lengkap semua. Tapi kekayaan alam melimpah ruah itu tidak akan membawa manfaat apabila tidak dikelola dengan baik dan hasilnya untuk kemakmuran masyarakat,” tambahnya.
Karena itu H. Aswin meminta kepada semua lapisan masyarakat agar mendukung upaya yang dilakukan TP2D dan Pemkab Madina yang saat ini sedang berjuang ke kementerian untuk membawa program pembangunan yang tujuannya untuk masyarakat.
“Kita harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada TP2D dan pemerintah. Pemimpin itu sudah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa, tentu siapapun pemimpinnya kalau niatnya baik untuk masyarakat dan daerah harus didukung. Karena kita prihatin di tengah kekayaan alam melimpah ruah banyak masyarakat miskin yang mengaharap belas kasihan, ini bertolak belakang. Harusnya daerah kita kaya raya masyarakatnya juga sudah sejahteta,” terang H. Aswin, pengusaha konstruksi yang pernah maju sebagai calon bupati pada tahun 2010 yang lalu ini. (MN-01)












