MADINA – Plt Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dr. Ahmad Duroni Nasution monitoring proses penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kamis (7/8/2025).
Monitoring ini dilakukan guna memastikan proses pembagian bansos berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, Duroni juga menyempatkan diri berdialog dengan salah satu warga, Nuraini, yang disebut-sebut tidak menerima bansos.
Setelah di cek, Duroni menjelaskan secara administrasi, Nuraini terdaftar sebagai penerima bantuan. Namun, namanya tidak tercantum dalam papan pengumuman yang dikeluarkan pihak kelurahan.
“Sebenarnya Ibu Nuraini mendapat bantuan, ini hanya masalah miskomunikasi di lapangan,” ujar Duroni.
Setelah meluruskan persoalan tersebut, Duroni bersama rombongan mengunjungi langsung rumah Nuraini yang terletak tak jauh dari kantor kelurahan.
Kondisi tempat tinggal Nuraini dilihat cukup memprihatinkan. Rumah berukuran sekitar 3×5 meter itu berdiri di atas lahan irigasi, yang sejatinya merupakan aset milik pemerintah. Di rumah sederhana itu, Nuraini hidup bersama suaminya dan empat orang anak.
Melihat kondisi tersebut, Kadis Sosial menyampaikan rasa keprihatinannya. Ia juga memberi saran kepada keluarga agar mencari atau menyediakan lahan milik sendiri, sehingga pemerintah bisa membantu membangunkan tempat tinggal yang lebih layak.
“Lahan irigasi adalah aset negara, kita tidak bisa membangun di sini. Tapi kalau ada lahan keluarga, bisa kita usulkan untuk pembangunan rumah layak huni,” ucapnya.
Sebagai bentuk kepedulian, dalam kunjungan tersebut Dinas Sosial turut memberikan bantuan kepada keluarga Nuraini.
Sehabis dari rumah Nuraini, Ahmad Duroni juga melanjutkan agenda monitoring dengan meninjau rumah Delima Khairani, seorang warga yang rumahnya roboh akibat tertimpa pohon beberapa waktu lalu.
Melihat langsung kondisi di lokasi, Duroni menyampaikan bahwa tim dari Dinas Sosial akan segera melakukan pendataan serta perhitungan kebutuhan agar rumah Delima bisa dibangun kembali.
“Kami akan turunkan tim untuk merinci kebutuhan di lapangan, agar bantuan yang diberikan tepat dan sesuai kebutuhan keluarga,” ujarnya. (FAN)












