MADINA – Kepala Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Andi Sahweri Lubis mengaku bangga dan memberikan apresiasi atas gebrakan baru yang diciptakan oleh Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap Siobon Parwis Nasution untuk memajukan pendidikan.
Kades Andi Sahweri menyebut, hadirnya alat transportasi becak oleng gratis yang disediakan Parwis bagi siswa terkhusus untuk yang tinggal di Desa Aek Mata, merupakan sebuah strategi untuk menarik minat anak-anak usia sekolah agar melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
“Gebrakan dari pak guru Parwis merupakan gebrakan yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat. Terima kasih perhatiannya kepada generasi muda di Aek Mata dan desa sekitarnya,” kata Andi, Minggu (4/5/2025).
Andi menyebut, selama ini siswa yang melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP asal Desa Aek Mata banyak putus sekolah akibat tak ada kendaraan jika berangkat dan pulang sekolah. Mengingat jarak antara Desa Aek Mata dengan Desa Siobon Jae cukup jauh.
“Masalah transportasi, dan perlengkapan sekolah seperti pakaian, tas dan sepatu menjadi kendala akibat keterbatasan ekonomi. Alhamdulillah, pak Parwis dan pemerintah desa Siobon Jae, Siobon Julu, dan Aek Mata, sudah sepakat memenuhi kebutuhan tersebut agar anak-anak kembali sekolah,” ungkap dia.
Andi berharap komunikasi antara tiga pemerintah desa ini tidak terputus, sehingga masyarakat yang memiliki ekonomi rendah dapat dibantu semaksimal mungkin, terutama dalam meningkatkan SDM lewat pendidikan.
Di sisi lain, Kades Aek Mata mengharapkan perhatian dari Pemkab Madina terhadap kondisi pendidikan di wilayah ini. Alat transportasi tambahan seperti mobil angkutan sangat dibutuhkan oleh siswa.
“Semoga pemimpin kita di kabupaten semakin peduli terhadap kondisi di sini. Saya yakin itu, pak bupati akan memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Sekolah SMPN 7 Satu Atap di Siobon Jae Parwis Nasution, S.Pd memiliki progam baru pasca dirinya dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah.
Parwis kembali mencoba menarik minat anak-anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya di SMPN 7 Satu Atap tersebut.
Program angkutan gratis bagi siswa dari Desa Aek Mata sudah disediakan Parwis. Program ini juga sudah disosialisasikan kepada para orangtua siswa di SD yang berada di Aek Mata. Sampai saat ini, 8 orang calon siswa sudah mau kembali bersekolah.
“Kita menargetkan 15 hingga 20 orang siswa untuk tahun ajaran 2025-2026, bahkan kalau bisa lebih. Mereka kita ajak untuk kembali mendaftar di SMPN 7 Satu Atap,” ucap Parwis.
Parwis mengaku sangat peduli terhadap pendidikan masyarakat di tiga desa tersebut. Ia tak ingin anak usia sekolah tidak mendapat akses pendidikan. (FAN)












