Jalan Lingkar Timur Madina Ancam Nyawa Pengendara Akibat Ulah Galian C

MADINA – Jalan Lingkar Timur di wilayah Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi licin akibat kendaraan dump truk pengangkut tanah urug pada galian C di lokasi tersebut kerap melewati jalan raya.

Material galian tanah urug lengket di ban mobil dump truk sehingga tanah urug itu tertinggal di jalan raya, dan membuat jalan menjadi licin.

Pengendara harus hati-hati jika melewati jalan tersebut, apalagi di musim penghujan. Ban mobil atau sepeda motor akan licin apabila melewati daerah tersebut.

Sejumlah pengendara yang melintasi jalan tersebut mengaku merasa keberatan atas aktivitas Galian C tanah urug itu. Pengendara tidak mengomentari soal izin, tetapi bersuara soal SOP pertambangan.

“Informasinya ada izin galian ini, ya. Tapi yang dituntut adalah SOP. Kenapa dibiarkan begitu saja, jalan licin akibat ulah dump truk yang keluar dari lokasi itu. Kalau ada korban yang tanggung jawab siapa?,” tanya Ansor Nasution, warga Kecamatan Panyabungan.

Pengendara lainnya bernama Sulton Lubis juga merasa keberatan atas Galian C yang persis berada di sebelah irigasi itu. Ia mengaku sudah pernah jatuh di jalan wilayah itu akibat material tanah urug yang berserakan di jalan.

“Mudah-mudahan pemilik tambang galian tanah urug itu memikirkan keselamatan pengendara, bukan hanya asik berusaha,” imbuhnya.

Pantauan Mohganews di lokasi, paling sedikit mencapai 50 kali dump truk dalam sehari keluar masuk mengantar tanah urug dari lokasi ke pelanggan. Pengambilan tanah urug menggunakan alat berat Excavator. (FAN)