MohgaNews|Panyabungan – DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) melaksanakan latihan Kaderisasi untuk gelombang III yang akan berlangsung selama 3 hari mulai Sabtu, 31 Oktober s/d 02 November 2020 berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Sarak Matua, Kec. Panyabungan.
Mengusung Thema ‘Hakuna Matata’ (Kita Pasti Bisa), Penerimaan Anggota Baru (Pataru) gelombang III kali ini diikuti oleh 57 orang mahasiswa/i baru yang terdaftar pada beberapa Perguruan Tinggi di Kota Padang Sidempuan seperti IAIN, UMTS, IPTS, UGN dan lain lain.
Ketua Panitia Miftahul Khoir dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada senior alumnus IMMAN dan seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang dalam mensukseskan acara kita ini. Momentum rekrutmen anggota baru IMMAN diharapkan dapat melahirkan formulasi baru gerakan mahasiswa berbasis intlektual yang berkarakter dan mampu mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi di kehidupan nyata sehingga mampu jadi penyambung lidah rakyat” jelasnya.
Ketua Umum DPP IMMAN Hapsin Nasution dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses kaderisasi IMMAN merupakan roh dan jantungnya roda organisasi.
“Kaderisasi IMMAN diibaratkan sebagai roh dan jantung roda organisasi. IMMAN sebagai organisasi daerah yang berbasis kader kaum intlektual muda Madina diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dan pengawal aspirasi lewat penyikapan konkrit kondisi aktual masyarakat,
“Selain sektor pendidikan, ekonomi, sosial, pemerintahan. Hari ini kita dihadapkan pada Kontestasi Pilkada dengan segala dinamikanya dan Pertambangan Emas illegal, dua hal krusial ini harus direspon segera oleh mahasiswa” tegas mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini.
Ahmad Sarqawy selaku Ketua Demisiomer dan mewakili alumnus IMMAN dalam sambutannya menyatakan bahwa IMMAN harus bisa menjawab segala problematika dunia kemahasiswaan dan kerakyatan.
“IMMAN diharuskan mampu menjawab segala problematika dunia kemahasiswaan maupun kerakyatan. Tugas mahasiswa tidak hanya kuliah , tapi tanggung jawab dengan predikat terhormat mahasiswa wajib diimplemantasikan dalam dunia nyata dengan sumbangsih karya yang inovatif,
“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan
dalam perubahan mindset masyarakat, kita harus berkolaborasi, bersinergi dengan semua pihak dan mampu memainkan peran strategis dalam pembangunan. IMMAN harus jadi pemain, bukan hanya penonton. Jadilah subjek, bukan hanya objek pembangunan” pungkasnya.
Pantauan Mohganews, dalam acara pembukaan tersebut tampak hadir dewan pembina dan majelis pertimbangan IMMAN Hasan Batubara, S.Pd, Mahlil Lubis, S.Pd.I, Ahmad Sarqawy, Sekretaris FPPAB Rachman Ali serta mahasiswa undangan lainnya. (M-07)












