Huzein SBN: Dampak Sosial Akibat Covid-19 Harus Disikapi Bersama

0
324

MohgaNews|Madina – penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) atau virus corona telah menyebabkan banyak dampak, termasuk dampak sosial yang mulai menganggu stabilitas ekonomi masyarakat. Terutama masyarakat di daerah.

Dampak sosial ini makin terasa bagi masyarakat mengingat anjuran dari Pemerintah ‘stay at home’ atau berdiam diri di rumah yang menyebabkan perekonomian masyarakat terganggu.

Tokoh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Ahmad Huzein Nasution SE kepada wartawan, Kamis (2/4) di Panyabungan mengatakan, dampak sosial yang dialami masyarakat akibat penyerabaran virus corona makin terasa. Banyak masyarakat yang mengeluh kondisi ini berdampak buruk bagi perekonomian. Pengasilan masyarakat pun terganggu akibat aktivitas pekerjaan yang tidak seperti biasanya.

“Pada prinsifnya kita sangat sepakat upaya antisipasi yang dilakukan Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah dalam menangani penyebaran virus corona. Tetapi, di samping itu kita harus memahami juga dampak sosial yang telah dirasakan masyarakat selama hampir sebulan ini. Saat ini banyak masyarakat kita yang mengeluh kondisi ini mengancam perekonomian masyarakat,

“Artinya, semua pihak perlu menyikapi situasi ini bagaimana agar masyarakat tidak semakin sulit. Penanganan virus corona dapat berjalan, tetapi dampaknya juga harus dapat diatasi dengan bijaksana,” kata Huzein SBN, salah satu yang ikut jadi bakal calon Bupati Madina di Pilkada 2020 itu.

Pria yang familiar disapa Huzein SBN itu mengungkapkan, masa tanggap darurat penanganan virus corona sudah diperpanjang hingga bulan Mei. Itu menandakan masyarakat masih akan menghadapi masa-masa sulit apabila keleluasaan untuk berusaha dibatasi. Apalagi, di ujung bulan April ini masyarakat muslim akan memasuki bulan puasa Ramadhan dan hari raya idul fitri.

“Ini perlu kita sadari dan pikirkan bersama. Kalau masyarakat terus dirumahkan maka akan berdampak pada stabilitas ekonomi masyarakat. Sementara kebutuhan keluarga selama bulan puasa dan hari raya idul fitri pasti meningkat,

“Yang paling sulit dalam situasi ini adalah buruh kasar yang tidak penerima upah, petani, pedagang, dan masyarakat lain yang bukan penerima gaji setiap bulan. Bila tidak ada solusi bagi mereka, tentu kehidupan masyarakat kita makin terjepit. Ini yang kita khawatirkan terjadi dialami masyarakat. Tentu saja kita berharap pemerintah merumuskan berbagai langkah dan kebijakan menghadapi ini, termasuk semua pemangku kepentingan di daerah. Kita harus rumuskan secara bersama-sama bagaimana mengatasi situasi sulit yang akan dihadapai masyarakat kita,” ungkap Huzein SBN. (MN-01)