TOBA, Mohga – Hujan deras dan hampir merata di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara mulai Sabtu sore mengakibatkan banjir dan longsor di ruas jalan lintas sumatera Desa Jangga Dolok Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba. Hujan deras ini turun mulai Sabtu sore (27/8/2022) sekitar pukul 17.30 Wib hingga Minggu (28/8/2022) dini hari
Dampaknya, akses jalan sempat putus total beberapa jam lamanya tepatnya di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Minggu (28/8/2022) mulai sekira pukul 02.00 Wib. Dan antrian kendaraan mencapai belasan kilometer.
Longsor gunung dari sisi sebelah kanan Jalinsum membawa material lumpur bercampur bebatuan dan kayu pohon tumbang yang menutupi ruas badan jalan. Ratusan kendaraan berbagai jenis tertahan, termasuk mobil travel trayek Medan-Panyabungan.
Informasi dihimpun mohganews dari Kiki Maulida (26) warga Panyabungan Kabupaten Madina yang ikut tertahan di longsor menyebutkan, mereka tertahan sekitar 8 jam di lokasi longsor karena lalu lintas lumpuh.
“Kami tertahan di lokasi mulai pukul 3.00 Wib, dan baru bisa ke luar sekitar pukul 9.30 Wib,” ujar Kiki
Akibat tertahan di lokasi longsor itu, Kiki beserta penumpang lainnya terpaksa tidur di dalam mobil sampai pagi hari, sebagian ada yang mencari warung makan.
“Cuacanya amat dingin, ada juga yang masuk angin, kasihan juga anak-anak pengguna jalan yang basah kuyup karena terkena hujan, masuk angin,” tambahnya
Senada disampaikan Rahman, warga Panyabungan yang ikut tertahan di longsor mengungkapkan keluhannya. Sebab, musibah longsor ini akan menambah waktu perjalanan selama seharian untuk tiba di Panyabungan
“Kami baru bisa ke luar dari lokasi longsor pagi hari sekitar pukul 9.00 Wib. Kalau tak ada halangan lagi kami akan sampai ke Panyabungan nanti malam, tambah waktu perjalanan seharian, belum lagi saya harus membawa barang dagangan,” keluhnya.
Saat peristiwa terjadi Kapolres Toba melalui Wakapolres Toba Kompol Lamin SPd, langsung turun ke lokasi bersama anggota, untuk melakukan pengamanan dan pembersiha material tanah longsor dari ruas jalan dengan menurunkan dua unit alat berat.
“Longsor ini menyebabkan ruas jalan tertutup hingga mengakibatkan macet total terjadi mulai dari Parapat hingga ke Porsea,” ucap Wakapolres saat kepada wartawan
Lanjut Wakapolres, untuk mengatasi berbagai material banjir longsor tebing pegunungan pihaknya meminta pertolongan dengan menurunkan 2 unit alat berat beko dan sudah diturunkan di lokasi, untuk pembersihan material longsor.
“Saat ini mulai pukul 08.00 Wib, jalan sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup namun kendaraan tetap diminta berhati hati karena jalan sangat licin akibat sisa lumpur longsoran jalan,” ucapnya
Untuk pembersihan material longsor gunung turut serta dibantu dan dilakukan Plt Camat Lumbanjulu Herta Simanjuntak, Kapolsek Lumbanjulu AKP Robinson Sembiring dan jajaran personil Polsek Lumbanjulu, anggota Koramil 12 Lumbanjulu dan juga dibantu masyarakat sekitar.
Dalam peristiwa longsornya tebing gunung hingga menutupi ruas badan Janlinsum di desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba tersebut tidak ada menelan korban jiwa namun berjarak sekitar +_ 200 meter dari lokasi kejadian ada satu unit rumah permanen diterjang badai banjir sungai dan longsoran material gunung hingga membuat rumah tersebut hancur 90% karena rumah berada persis berdekatan di tepian sungai pada jembatan ruas Janlinsum desa Jangga Dolok. (MN-01/int)











