MADINA, Mohga – Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga jalan di tempat dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, hasil labolatorium terduga keracunan makanan bagi belasan orang anak yang terjadi bulan Oktober 2022 lalu atau hampir tiga bulan lalu di Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat sampai saat ini tidak ada kejelasan.
Ironisnya peristiwa serupa juga terjadi di Panyabungan Utara pada Senin malam (9/1/2023) kemarin. Lagi-lagi dinas kesehatan menyebut samplenya sudah dikirim ke instansi terkait di Kota Medan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Madina dr Faisal Situmorang melalui Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Rosida Nasution mengaku sampai saat ini hasil labolatorium yang dikirim beberapa bulan lalu belum juga mereka terima.
Rosida mengaku hasil laboratorium akan diperoleh dalam waktu yang tidak menentu. Ia mengatakan Dinas Kesehatan belum menginformasi pihak laboratorium kesehatan Provinsi Sumatera Utara terkait hasil laboratorium kuah sate yang dikirim beberapa bulan yang lalu.
“Proses untuk mengetahui hasil lab itu sangat panjang, waktunya tidak menentu, bisa saja satu atau dua Minggu. Peristiwa ini sebenarnya sudah banyak di Madina, contoh di Kecamatan Hutabargot juga ada tapi sudah lama, hasilnya waktu itu diterima setelah berbulan-bulan,” ungkapnya.
“Prosesnya sangat banyak, saya tidak terlalu paham. Hasil lab sate kemarin saya tak tahu apakah sudah sampai atau belum. Biasanya kalau hasil lab membahayakan pihak Provinsi akan mengabari kita untuk ditindaklanjuti dengan cara pembinaan bagi yang terlibat,” sebutnya.
Di sisi lain, Tiur, dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BLTPP) kementerian kesehatan di Medan yang dikonfirmasi wartawan pada 4 November yang lalu menerangkan masa pemeriksaan laboratorium adalah 15 kerja. Dan hasilnya akan mereka sampaikan ke dinas kesehatan setempat.
Korban Diduga Keracunan di Panyabungan Utara Membaik
Sementara, peristiwa diduga keracunan jajanan yang terjadi di Desa Tanjung Mompang Kecamatan Panyabungan Utara pada, Senin (9/1/2023) kemarin. Dinas Kesehatan Madina, kata Rosidah telah mengirimkan sampel beberapa jenis jajanan makanan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bidang Surveilans.
Nantinya, Bidang Surveilans tersebut akan melakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan (Labkes).
Keracunan massal bagi anak dan balita di Kecamatan Panyabungan Utara terjadi pukul 10.00 WIB. 20 orang anak sempat dirawat di Puskesmas, Klinik dan RSU Permata Madina selama satu malam.
Seluruh korban tersebut mengalami muntah dan mual-mual setelah pulang dari sekolah. Para orang tua korban mengaku anak-anak mereka baru saja memakan jajanan jenis bakso tusuk dan tahu yang berjualan di lingkungan sekolah.
Camat Panyabungan Utara, Muhammad Fadlan mengaku seluruh anak dan balita itu sudah mulai sehat dan sudah kembali ke rumah masing-masing. Sementara biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Madina. (MN-08)












