MohgaNewsIMadina – Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat Budaya (FPPAB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan musyawarah besar sidang Kerapatan Adat kedua, Minggu, (6/9/2020) bertempat di Sopo Godang Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan.
Setelah melalui proses musyawarah yang diikuti pemangku adat dari 23 Kecamatan se Kabupaten Madina, Hasanul Arifin gelar ‘Patuan Mandailing’ terpilih sebagai Ketua Umum FPPAB Madina periode 2020-2025 dan Ali Rachman Nasution gelar ‘Sutan Pandu Sakti’ sebagai Sekretaris Umum

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution mengucapkan selamat atas terpilihnya Hasanul Arifin dan Ali Rachman Nasution sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum FPPAB Madina periode 2020-2025. Dahlan Hasan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kelurahan Kotasiantar yang menyambutnya begitu meriah meski hujan lebat
Bupati mengatakan pendidikan adat dan budaya harus ditanamkan bagi generasi muda guna membentengi mereka dari krisis moral dan etika.
“Saya harap lembaga adat budaya ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat kita terkhusus generasi muda. FPPAB harus menanamkan akhlak, moral, dan pendidikan adat budaya supaya anak-anak kita tidak kehilangan jati diri, kita jaga bersama motto Madina yang Madani dan negeri beradat taat beradat,
“Alhamdulillah dengan kekompakan kita bersama telah membuahkan bahwa sekarang rata-rata di seluruh desa/kelurahan di Madina ada Gordang Sambilan,” kata dahlan
Bupati Madina itu juga mengatakan bahwa 2 tahun belakang ini telah menghibahkan tanah seluas 4 hektar untuk pembangunan Bagas Godang.
“Saya menghibahkan 4 hektar tanah tempatnya di Desa Parbangunan saba purba, itu biayanya bukan kecil ,itu saya kumpulkan selama 2 tahun, di sana nanti kita buat sanggar latihan adat budaya. Tiada hari tanpa penampilan dan pelatihan seni dan adat budaya Mandailing Natal,” ujarnya
Hal senada disampaikan Sekretaris Daera Gozali Pulungan dalam sambutan pembukaan acara memaparkan atas nama pemerintah Madina sangat berbesar hati dalam pelaksanaan musyawarah FPPAB.
“Acara Musyawarah Besar Sidang Kerapatan Adat Ke II FPPAB ini sangat lengkap diantaranya ada yang mewakili Mandailing Godang, Mandailing Julu, mewakili dari Daerah Pantai Barat,Tanah Ulu Pakantan, Muara Sipongi dan ada juga dari Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma),”
“Ini adalah hasil kekompakan kita dalam mempertahankan Adat Istiadat, Atas nama Pemerintah Kabupaten Madina sangat menghargai para Tokoh Adat serta kepada Ulama kami sehingga Bupati menetapkan Semboyan Kita yaitu Negeri Beradat Taat Beribadat,dalam Semboyan tersebut tentunya bapak-bapak yang hadir disini adalah tokoh yang mempertahankan Adat Budaya di Madina,”
“Kemudian Negeri Beradat kita adalah unjung tombak untuk menjadi Liding Sektor sehingga kedua aspek kehidupan sosial bermasyarakat kita jadikan benteng terhadap Infiltrasi masuknya hal-hal negatif yang mempengaruhi adat budaya kita dan ajaran agama kita” Ungkap mantan Kadis Disdukcapil itu.
Sementara Ketua Umum FPPAB Madina terpilih Hasanul Arifin dalam sambutannya mengatakan sebelumnya menjabat sebagai ketua pemangku adat wilayah Mandailing Godang.
“Saya Putra asli Kelahiran Kotasiantar, jabatan sebelumnya sebagai ketua pemangku adat wilayah Mandailing Godang, terhitung mulai tanggal 16 Desember 2019 secara de fakto saya diberi amanah untuk ketua Pelaksana Tugas FPPAB Madina berhubung karena ketua umum sebelumnya H Emil Sulaiman Nasution Gelar ‘Mangaraja Kumala Oloan’ dahulu meninggalkan kita menghadap Allah Swt pada 12 Desember 2019 lalu,” ungkapnya
Ia mengatakan bulan Juli kemarin baru ditugaskan mejadi pelaksana tugas dan secara resmi sudah terpilih sebagai ketua umum secara aklamasi.
“Bagi saya kepengurusan ini adalah dalam prakteknya tidak terlalu penting karena semua amanah dan tanggung jawab ini adalah panggilan jiwa untuk mengisi yang terbaik dalam mengisi pembangunan di Madina khususnya pengembangan adat budaya di daerah ini, kita harus kembangkan organisasi ini karena ini akan turun temurun di generasi yang akan datang, mari kita bermusyawarah dengan mengedepankan ke adaban dan keluhuran budi pekerti dengan menjunjung tinggi nilai moralitas dalam kekerabatan yang kental, kita semua adalah bersaudara yang sama-sama hidup di Bumi Gordang Sambilan,” jelas Arifin.
Pantauan MohgaNews, acara FPPAB pengukuhan sekaligus menyantuni anak yatim di Kelurahan Kotasiantar dan ribuan masyarakat yang hadir mematuhi protokol kesehatan. (MN-08)






