Harapan Pimpinan OKP di Madina kepada Kapolres AKBP Reza

PANYABUNGAN, – pimpinan organisasi kepemudaan di Kabupaten Mandaililing Natal (Madina) menaruh harapan kepada Kapolres Madina AKBP Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq Sik MH yang baru saja bertugas

Pimpinan organisasi tersebut yaitu, Ketua DPD KNPI, Khairil Amri, Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Ahmad Rijal Lubis, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Jumadi

Mereka mengucapkan terima kasih kepada Kapolres yang lama, AKBP Horas Tua Silalahi SIk dan menaruh harapan kepada AKBP Reza

“Selama 1 tahun 10 bulan AKBP Horas telah menunjukkan kinerja terbaiknya. Kami menilai kepedulian beliau terhadap semua kalangan cukup baik dan terbuka, harapannya untuk Kapolres yang baru saja bertugas memberikan terobosan yang lebih baik lagi,” kata mereka, Rabu (29/12/2021).

Menurut Ahmad Rijal, ada dua tugas yang harus difokuskan AKBP Reza tentang persoalan di Kabupaten Madina yang tidak pernah selesai yaitu permasalahan narkoba terkhusus ladang ganja Kecamatan Panyabungan Timur dan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI)

“Persoalan ganja di Panyabungan Timur bertahun-tahun tak kunjung selesai meski sudah banyak Kapolres yang menjabat di sini. Kondisi tersebut sangat mengganggu kehidupan masyarakat dan merusak nama baik Madina pada tingkat Nasional,” ucap Rijal.

“Kedua, keberadaan tambang ilegal menggunakan alat berat di wilayah pantai barat, seperti di sungai Batang Natal dan sekitarnya hingga sekarang tak tersentuh hukum. Aktivitas tersebut sudah menjadi rahasia umum, semua rusak, dan masyarakat jadi korban. Bahkan, banjir yang terjadi pekan lalu, salah satunya akibat pertambangan tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap kepada Kapolres yang baru agar serius mengambil tindakan tegas untuk menertibkan pertambangan yang jelas merugikan itu.

“Jika dua permasalahan diatas bisa beliau tuntaskan, ini suatu prestasi yang sangat besar untuknya. Pada prinsifnya GP Ansor selalu siap mendukung baik dari segi lahir maupun bathin,” ujarnya.

Khairil Amri juga berharap Kapolres AKBP Reza mampu menciptakan kondusifitas di tengah masyarakat Madina.

“Madina salah satu Kabupaten terluas di Sumatera Utara dengan berbagai ragam kultur dan karakter masyarakat yang berbeda. Harapan kami, Kapolres dapat memahami hal tersebut sehingga terciptanya kondusifitas dan keamanan di wilayah ini,” harapnya.

Kemudian, Ahmad Jumadi melihat, AKBP Reza adalah sosok polisi yang humanis meskipun beberapa kebijakan kinerja dalam menjalankan amanah belum terlihat. Atas nama Pemuda Muhammadiyah berharap beliau dapat menghadirkan polisi yang humanis dalam melayani masyarakat.

“Tentunya harapan kami dari PDPM pak Reza dapat meluangkan waktunya berdisikusi dengan pemuda di Kabupaten Madina. Dengan demikian, apa saja terobosan yang lahir dari diskusi itu dapat dilakukan dengan baik termasuk melahirkan polisi pengayom masyarakat,” imbuhnya.

Begitu juga dengan permasalahan ganja dan tambang ilegal, Jumadi memandang Kapolres ini harus mampu membuat kebijakan baru agar permasalahan tersebut selesai.

“Kita berharap peredaran narkoba dan aktifitas tambang ilegal menggunakan alat berat exavator di Kabupaten Madina ditekan. Persoalan ini sudah menjadi rahasia umum, dan penyelesaian belum ada kita dengar,” tutupnya. (MN-08)