H Muammar Paling Layak Memimpin Lumbandolok

0
456
Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal, Panri Pausi Nasution

MohgaNews|Madina – pemilihan kepala desa serentak tahap II di kabupaten Mandailing Natal akan berlangsung pada tanggal 13 Desember mendatang. Ada 60 desa yang akan menyelenggarakan pemilihan untuk menentukan pemimpin mereka periode mendatang.

Salah satunya adalah desa Lumbandolok kecamatan Siabu. Di desa ini, ada lima calon kepala desa yang akan bertarung, yaitu H Muammar Nasution, Zulhakim Hasibuan, Muhammad Gitol, Sejarah Hakim, dan Rosul.

H Muammar Nasution dan Zulhakim Hasibuan merupakan calon yang sudah pernah menjadi kepala desa di Lumbandolok, sementara Muhammad Gitol merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan terakhir yaitu sekretaris di dinas kependudukan dan catatan sipil di pemerintah kabupaten Madina. Begitu juga dengan Sejarah Hakim yang merupakan Pegawai Negeri Sipil dengan jabatan terakhir Camat di kecamatan Panyabungan.

Dari lima nama calon kepala desa Lumbandolok itu, nama H Muammar Nasution paling banyak mendapat simpati dan dibahas oleh kalangan masyarakat. Sebab, Muammar Nasution yang terpilih pada Pilkades serentak tahun 2016 yang lalu dan dilantik di bulan Februari 2017. Namun, hanya satu tahun, H Muammar diberhentikan dari jabatannya oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.

Ketua Satuan Pelajar, Siswa dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila kabupaten Madina, Panri Pausi Nasution kepada MohgaNews, Senin (3/12) mengatakan, dari lima nama calon kepala desa tersebut, H Muammar dinilainya paling layak melanjutkan kepemimpinan di desa yang dijuluki dengan ‘Kampung Alquran’ itu.

Panri menyebut, H Muammar Nasution diberhentikan Bupati Madina dengan hormat. Itu dapat diartikan H Muammar Nasution tidak melakukan kesalahan, hanya saja akibat tekanan politik yang menyebabkan Bupati mengeluarkan keputusan dan memberhentikan H Muammar Nasution.

“Kita memahami situasi politik di desa Lumbandolok cukup tinggi, kepentingan sekelompok orang yang menyebabkan H Muammar diberhentikan. Padahal, H Muammar memiliki visi misi yang sangat bagus untuk membangun desa Lumbandolok,

“Membangun moral generasi muda untuk mencintai agama itu sangat baik, pemimpin seperti inilah yang paling layak untuk dipilih. Saat ini kita membutuhkan pemimpin yang bermoral, pemimpin yang taat, bukan lagi pemimpin yang pintar tapi tidak bermoral. Bahaya nanti masa depan masyarakat kita ke depan,” terang Panri Nasution.

Oleh sebab itu, Panri Nasution mengajak masyarakat desa Lumbandolok untuk meyakinkan pilihannya kepada H Muammar Nasution menjadi kepala desa di Lumbandolok melanjutkan kepemimpinan yang tertunda.

Ia juga mengingatkan, supaya masyarakat jangan khawatir bila nanti H Muamar Nasution terpilih tetapi tidak dilantik.

“Kami mendengar informasi bahwa masyarakat khawatir bila H Muammar Nasution terpilih tetapi tidak dilantik, atau tetap bermasalah. Itu hanyalah isu busuk yang tidak berdasar, Negara kita ini Negara hukum, dan siapapun yang terpilih nanti maka dialah yang jadi kepala desa, tidak ada dasar hukumnya tidak dilantik, kecuali dia berhalangan misalnya meninggal dunia atau masuk penjara akibat melakukan pelanggaran hukum pidana,

“Artinya masyarakat jangan mau terpengaruh isu yang tidak berdasar. Dan, kami juga mengimbau supaya para calon kepala desa maupun tim pemenangannya agar bertarung secara sehat, tidak melakukan kampanye busuk, kami dari Sapma Pemuda Pancasila akan mengawasi pelaksanaan Pilkades di 60 desa se Madina termasuk di desa Lumbandolok,” ungkapnya. (MN-01)