Fraksi Golkar DPRD Madina Kawal Kasus Kematian Siswi SD hingga Tuntas

Madina111 Dilihat

MADINA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berkomitmen mengawal ketat proses hukum kasus tewasnya seorang siswi kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang hingga tuntas.

Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina, Zubaidah Nasution, menyusul desakan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia, kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan agar mengusut tuntas perkara ini.

Zubaidah menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Madina serta Dinas Sosial P3A Madina guna memantau perkembangan penanganan kasus korban yang ditemukan tewas tergantung di pohon jeruk belakang rumahnya.

“Sejak kasus ini diketahui, Fraksi Golkar bersama Wakil Ketua DPRD Indah Annisa aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Terlebih, lokasi kejadian berada di wilayah daerah pemilihan saya,” ujar Zubaidah, Senin (5/10/2026).

Ia menyatakan Fraksi Golkar menaruh kepercayaan penuh kepada Polres Madina dalam menuntaskan kasus yang menimpa anak di bawah umur tersebut agar terungkap secara terang benderang.

“Proses pengumpulan fakta butuh waktu, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi hingga menunggu hasil autopsi resmi dari Rumah Sakit FL Tobing Sibolga,” katanya.

Zubaidah imbau masyarakat dan pengguna media sosial tidak berspekulasi negatif mengenai penyebab kematian korban sebelum ada keterangan resmi dari kepolisian. Namun, ia menegaskan jika hasil penyidikan membuktikan korban tewas akibat dibunuh, pelaku wajib dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

Dapat diketahui, siswi SD di Bukit Malintang ditemukan tergantung di sebuah pohon jeruk pada Kamis 1 Oktober 2026 sekira pukul 10.00 WIB. Siswi berusia 9 tahun itu ditemukan adik kandungnya yang duduk di bangku TK dalam kondisi tergantung masih mengenakan seragam batik sekolah. Leher korban tergantung pakai jilbab sarung orang dewasa berwarna hijau. (FAN)