MADINA – Dua warisan budaya asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yakni Bulung Gadung na Iduda dan Marturi, lolos dalam sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di Kementerian Kebudayaan, Selasa (3/11/2026) malam.
Askolani Nasution, yang bertindak sebagai pembina sekaligus penggerak tim kreatif dan turut terlibat dalam proses pengusulan, mengatakan kedua warisan budaya tersebut telah dinyatakan lolos dan kini tinggal menunggu penerbitan sertifikat penetapan.

“Dalam sidang sebelumnya, Marturi juga sudah lolos penetapan. Dengan demikian, ada dua warisan budaya asal Mandailing Natal yang lolos di antara 25 usulan WBTB dari Sumatera Utara tahun ini,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Madina, khususnya kepala bidang kebudayaan beserta tim, yang telah bekerja menyiapkan dan melengkapi seluruh data pendukung sejak awal proses pengusulan.
Apresiasi juga disampaikan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara yang telah memberikan pendampingan dan dukungan terhadap pengusulan kedua warisan budaya tersebut.
Sebelumnya, Bulung Gadung na Iduda dan Marturi diusulkan sebagai WBTB asal Madina melalui Sanggar Samisara Mandailing Natal yang diketuai Abdul Holik Nasution.
Pengusulan Marturi merupakan bagian dari upaya merevitalisasi tradisi sastra lisan Mandailing yang keberadaannya mulai terancam punah.
Tradisi tersebut memiliki nilai budaya penting karena menjadi salah satu sarana pewarisan nilai moral, etika, dan pembentukan perilaku anak dalam kehidupan masyarakat Mandailing pada masa lalu.
Pengusulan Marturi dilakukan bersamaan dengan Bulung Gadung na Iduda sebagai bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya lokal Madina.
Dengan ditetapkannya kedua usulan tersebut, diharapkan warisan budaya Madina semakin mendapat pengakuan dan perhatian, sekaligus mendorong upaya pelindungan dan pelestariannya agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Dengan penetapan tersebut, Madina kini memiliki lima warisan budaya yang telah diakui sebagai WBTB Indonesia, yakni Gordang Sambilan, Itak Poul-poul, Toge Panyabungan, Bulung Gadung na Iduda, dan Marturi.
Gordang Sambilan sendiri saat ini juga tengah diupayakan untuk memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya dunia melalui UNESCO.
Penambahan dua warisan budaya tersebut diharapkan semakin memperkuat pengakuan terhadap kekayaan budaya Madina sekaligus mendorong pelindungan dan pelestariannya secara berkelanjutan. (FAN)












