MADINA – konstelasi politik pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Madina periode 2024-2029 tampaknya akan lebih seru, dan mungkin akan bisa mengukir sejarah dua orang anak muda dari Mandailing Julu tepatnya Kecamatan Kotanopan akan bertarung pada Pilkada bulan November mendatang.
Hal ini ditandai dengan dua dari lima orang pendaftar bakal calon bupati dan wakil bupati ke Partai Golkar Kabupaten Madina adalah dari Kotanopan. Keduanya yaitu Atika Azmi Utammi dan Hapsah Suleha Parinduri.
Dapat diketahui, Atika Azmi Utammi merupakan politisi muda berasal dari Desa Hutabaringin Kecamatan Kotanopan sedangkan Hapsah Suleha dari Kelurahan Tamiang Kecamatan Kotanopan. Atika Azmi Utammi saat ini menjabat Wakil Bupati Madina sedangkan Hapsah Suleha diketahui pengusaha muda dibidang konstruksi.
Atika Azmi Utammi merupakan putri dari tokoh ternama dari Mandailing Julu yaitu H. Khoiruddin atau Haji Khoir, sedangkan Hapsah Suleha merupakan putri dari pengusaha ternama yakni H. Aswin yang juga saat ini ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madina.
Ada keunikan tersendiri melihat dua orang figur ini. Sebab, pada Pilkada Madina 2020 lalu Atika Azmi Utammi bertarung dengan ayahanda Hapsah Suleha, yakni H. Aswin. Atika dan Aswin saat itu sama-sama menempati posisi calon wakil bupati. Aswin berpasangan dengan Dahlan Hasan Nasution sedangkan Atika berpasangan dengan Jafar Sukhairi Nasution.
Pasangan Dahlan Hasan-Aswin Parinduri menang tipis dari pasangan Jafar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi. Namun, Sukhairi-Atika menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Lalu MK memerintahkan KPU Madina melakukan pemungutan suara ulang di tiga desa. Hasilnya pasangan Sukhairi-Atika mengunggli suara pasangan Dahlan-Aswin.
Kembali kepada Atika dan Suleha. Dari segi pengalaman, Atika dan Suleha atau akrab disapa Ela terbilang masih baru di panggung politik Mandailing Natal. Hanya saja Atika terlebih dahulu terjun pada Pilkada tahun 2020 lalu. Pada saat itu banyak yang meragukan kematangan politik Atika, bahkan banyak yang tidak mengenal sosok Atika Azmi, karena ia belum lama menyelesaikan pendidikan dengan fokus studi finance (keuangan) di negeri Kanguru, Australia, lalu banting setir ke politik mendampingi Jafar Sukhairi Nasution. Atika sukses menjalankan misi politiknya dan akhirnya terpilih sebagai Wakil Bupati Madina.
Tak jauh beda dengan Hapsah Suleha, walaupun belum pernah terlibat politik praktis semisal menjadi anggota DPRD, Ela langsung memberanikan diri maju pada kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Madina. Walaupun anak muda, tapi Suleha patut juga diperhitungkan kekuatannya dan lobby politik sang ayahanda H. Aswin, politisi ulung yang baru saja terpilih sebagai DPRD Provinsi Sumut periode 2024-2029. Selain itu Hapsah Suleha sendiri adik kandung dari Indah Annisa, caleg DPRD Madina terpilih dengan perolehan suara paling banyak dari keseluruhan caleg di Kabupaten Madina.
Namun, pada akhirnya yang memutuskan rekomendasi diberikan kepada siapa, penentunya adalah DPP Partai Golkar di Jakarta. Begitu pun, Partai Golkar tidak bisa sendirian mendaftarkan pasangan calon bupati dan wakil bupati, partai golkar harus berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi di DPRD Madina hanya 6, tidak memenuhi syarat 20 persen dari total 40 kursi. Syarat minimal adalah 8 kursi. Artinya semua bakal calon kepala daerah termasuk Atika dan Suleha harus maraton merayu partai politik memberikan rekomendasinya untuk dibawa ke KPU pada saat pendaftaran pada Bulan Agustus nanti.
Catatan Redaksi Mohganews






