Dramatis, Kapolres Madina masuk ke sarang narkoba, anggota polisi dilempari batu

MADINA – pemberantasan narkoba di Banjar Vietnam, Kelurahan Panyabungan III oleh jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) dan Unit Reskrim Polsek Panyabungan mendapat perlawanan dari sejumlah masyarakat setempat.

Insiden tersebut terjadi, Jum’at (20/9/2024) pukul 20.00 Wib.

Penangkapan seorang diduga pengedar narkoba di wilayah itu bernama Mundong (Nama panggilan) oleh personel akhirnya tidak berhasil meskipun barang bukti sabu-sabu sebanyak lima paket plastik klip kecil berhasil disita.

Polisi berjumlah lebih kurang 10 orang lengkap membawa senjata laras panjang mendapat perlawanan dari masyarakat. Sejumlah warga termasuk bibik Mundong menarik paksa Mundong dari tangkapan polisi.

Sembari dengan perlawanan itu, sejumlah pemuda tak dikenal dari arah Banjar Vietnam dan beberapa sudut lokasi wilayah itu melempari petugas dengan batu berukuran besar. Dua personel jadi korban lemparan pada bagian kepala dan dada.

Menyikapi insiden tersebut, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh beserta Kasat Narkoba AKP Beringin Jaya dan Kapolsek Panyabungan terpaksa turun ke tempat kejadian perkara (TKP) membawa puluhan personel.

Selain dari Polres Madina, operasi yang dipimpin Merapi 1 itu juga didampingi Lurah Panyabungan III, Raja Hidayat dan dua orang Kepala Lingkungan masing-masing target operasi TKP.

Operasi kedua bersama Kapolres Madina dimulai dari Markas Polsek Panyabungan pukul 22.00 Wib. Di lokasi, operasi berlangsung cukup humanis. Kapolres Madina dan jajaran mendatangi masyarakat ke kedai-kedai kopi serta depan rumah. Puluhan pemuda dan orangtua digeledah bagian kantong celana hingga disuruh buka atasan pakaian.

Alhasil, sekitar 30 menit operasi berlangsung, ditemukan pria dewasa membawa 1 paket kecil narkoba jenis ganja. Pria berjaket hijau itu diamankan ke Polsek Panyabungan.

Pantauan Mohganews, operasi berlangsung selama tiga jam. Petugas mendatangi rumah terduga pelaku Mundong di Banjar Tinggi dan Banjar Vietnam. Rumah saudara dan rumah orangtua digeledah dan Mundong tidak ditemukan di lokasi.

Kapolres Madina mengatakan, pukul 20.00 Wib malam itu, benar dilakukan operasi tangkap tangan kepada pengedar narkoba. Namun, pelaku berhasil melarikan diri akibat gang sempit dan ada upaya dari masyarakat menghalangi petugas.

“Dengan personel jumlah terbatas, masyarakat menggunakan batu, dua personel Satresnarkoba dari Polres dan Polsek terkena lemparan batu sehingga tersangka melarikan diri,” kata Kapolres.

Perwira menengah Polri ini mengaku atas insiden tersebut, pihaknya dan aparat kelurahan turun ke lingkungan III mengecek salah satu orang terduga menghalang-halangi operasi.

“Kita sudah temukan rumah dan identitas yang menghalangi. Kita kerja sama dengan Pak Lurah dan Kepling menyampaikan imbauan kepada bibik dari tersangka untuk diambil keterangan,” jelasnya.

“Pemanggilan bibiknya apakah tersangka hanya sekadar saudara atau terindikasi jadi kaki tangan pengedar,” sambung Arie.

Di sisi lain, bagi tersangka yang berhasil melarikan diri, Polres Madina bakal terus mengajar.

Sementara itu, Lurah Panyabungan III, Raja Hidayat, kepada Kapolres memohon maaf atas perlakuan warganya itu. Raja berjanji akan terus kolaborasi dengan Polres Madina untuk memberantas peredaran gelap narkoba di wilayahnya.

Selain itu, Raja juga berjanji akan mengaktifkan siskamling di Kelurahan Panyabungan III untuk mengantisipasi peristiwa yang sama tidak terulang kembali. (FAN)