dr Rusli: SDM RSUD Panyabungan Unggul, Sarpas Kurang Lengkap

Madina157 Dilihat

MADINA – Direktur RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dr. Muhammad Rusli Pulungan, Sp.THT-KL menyebut RSUD Panyabungan paling banyak memiliki dokter spesialis jika dibandingkan dengan rumah sakit yang ada di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Rusli menyebut, saat ini RSUD Panyabungan memiliki 25 dokter spesialis yang sudah bertugas, dan masih ada beberapa dokter yang sedang sekolah mengambil spesialis.

Selain dokter spesialis, jumlah perawat di RSUD Panyabungan, kata dia, juga cukup banyak dan tidak pernah terjadi kekurangan. Dokter spesialis dan perawat adalah bagian dari visi RSUD Panyabungan.

“Dan, untuk mencapai visi itu, kita harus mempunyai tata kelola, dan harus punya sarana dan prasarana (Sarpas) yang baik, punya Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik,” kata dr. Rusli dalam agenda monitoring evaluasi Program Sihren dari Kemenkes RI, Kamis (24/4/2025).

Rusli Pulungan juga melaporkan bahwa perhatian pemerintah daerah untuk bidang kesehatan sangat baik. Setiap tahunnya, ada beberapa dokter yang disekolahkan pemerintah daerah untuk mengambil spesialis.

“Pemerintah daerah, tidak hanya pemerintah daerah saat ini, namun dari periode sebelumnya, termasuk saya adalah produk yang disekolahkan oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Kalau tidak, mungkin saya juga tidak ada di sini,” ungkap dia.

“Alhamdulillah kita punya banyak dokter spesialis saat ini, dan kita adalah rumah sakit dengan spesialistik dan jumlah spesialistik terbanyak di Tabagsel. Ini keunggulan kita,” sambungnya.

Selain itu, Rusli mengatakan, peningkatan SDM untuk pelayanan kesehatan di RSUD Panyabungan saat ini juga sudah bertambah. Kementerian Kesehatan resmi memberikan 7 SK untuk layanan prioritas, termasuk Kanker, Jantung, Uronefrologi, Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA), TB Paru dan Respirasi, serta penyakit Jiwa dan Struk.

“Jadi untuk mempersiapkan itu, pemerintah daerah harus bisa mempersiapkan SDM-nya. Dokter dari 7 SK itu sudah disiapkan, ada dari kita (RSUD Panyabungan), dan dari Kemenkes, serta dari pribadi dokter itu sendiri dibantu pemerintah daerah,” ungkap Rusli.

Rusli berharap Kemenkes memberikan dukungan penuh dalam mendukung sarana dan prasarana RSUD Panyabungan. Sebab, rumah sakit ini memiliki target menjadi lokus rumah sakit rujukan di wilayah Tabagsel.

Selain itu, berkaca dari kondisi geografis RSUD Panyabungan, lokasinya sangat jauh dari rumah sakit rujukan yang ada di Kota Medan, dan juga Provinsi Sumatera Barat. Apabila ada pasien rujukan, sudah pasti memakan waktu yang cukup lama di perjalanan. (FAN)