MohgaNews|Panyabungan – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidimpuan memberikan bantuan tali asih kepada keluarga Nur Asiah (56) penderita kanker payudara, pada Sabtu (26/9)
Ditemui di kediamannya di lingkungan II Pasar Jonjong Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), suami Nur Asiah, Sahrial (56) terlihat lesu saat melayani pelanggan kedai kopi miliknya.
Sedangkan Nur Asiah tampak hanya terbaring lesu karena tak kuasa lagi berbuat apa-apa seperti biasanya.
Ketua DPP IMMAN Padang Sidempuan, Hafsin Nasution berharap melalui bantuan tersebut kiranya mampu meringankan beban Nur Asiah dan keluarga.
“Bantuan dana ini meskipun tidak banyak kiranya bisa meringankan beban hidup Ibu Nur Asiah dan keluarga dan dapat dimanfaatkan sebaik baiknya,” ujar Hafsin kepada Mohganews.
Selanjutnya, Hafsin mengatakan DPP IMMAN masih akan terus memantau perkembangan Nur Asiah dan berencana melakukan penggalangan dana guna mengumpulkan biaya keluarga yang mendampingi jika Nur Asiah dirujuk ke Rumah Sakit di luar daerah.
“Insyaallah akan kita tindak lanjuti lagi. Rencanya kita akan menggalang dana untuk kebutuhan biaya keluarga disana (tempat rujukan). Karena yang dibutuhkan keluarga Ibu Nur Asiah adalah transportasi dan biaya hidup selama masa pengobatan ke RS rujukan di luar daerah. BPJS-nya kan sudah ada,” sambung Hafsin pengurus fungsional DPP IMMAN
Untuk itu, Hafsin juga berharap kondisi penderita kanker tersebut turut mendapat perhatian dari pihak pemerintah maupun dermawan untuk membantu keluarga Nur Asiah.
“Tentu kita berharap agar hal ini dapat membuka mata kita semua, kepedulian sesama sangat dibutuhkan ibu Nur Asiah saat ini. Bantuan dari dermawan, masyarakat maupun pemerintah agar ibu Nur Asiah dapat berobat dan melakukan operasi,” pungkas mahasiswa IAIN Padangsidimpuan ini.
Menerima bantuan tali asih tersebut, Nur Asiah dan Sahrial tak kuasa menahan air mata diiringi ungkapan syukur atas rasa kepedulian DPP IMMAN Padang Sidempuan.
“Alhamdulillah masih ada yang peduli dengan kami. Terima kasih, kami sangat terharu dan terbantu sekali. Sebelumnya kami sudah pasrah pak, tapi dengan perhatian seperti ini kami kembali bersemangat untuk berobat,” ucap Nur Asiah perlahan. (MN-07)












