SIMALUNGUN – Sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Mandailing Natal, Ahmad Salman Farid, M.Sos., menggelar lokakarya jurnalistik bertajuk Jurnalistik Sekolah untuk Jurnalis Muda Kreatif dan Kritis di MAS Al-Barokah Simalungun, Sabtu (22/2/2025)
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh 18 siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 Aliyah.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam meningkatkan literasi jurnalistik di kalangan pelajar. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita, wawancara, hingga etika jurnalistik. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta berkontribusi dalam media sekolah maupun komunitasnya.
Kepala MAS Al-Barokah, M. Syafii Saragih, MA., menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, pelatihan jurnalistik sangat penting bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menulis secara sistematis.
“Kami sangat berterima kasih kepada STAIN Madina, khususnya kepada Ustaz Ahmad Salman Farid, yang telah meluangkan waktu dan ilmunya untuk siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membangun kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa,” ujarnya
Kegiatan ini dimoderatori oleh Ustaz Robert yang mengarahkan jalannya diskusi dengan interaktif dan menarik. Selama sesi berlangsung, para siswa tampak aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Ahmad Salman Farid, M.Sos., dalam pemaparannya menekankan bahwa jurnalistik sekolah memiliki peran besar dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar serta menjadi sarana untuk mengasah keterampilan komunikasi.
“Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, saya merasa senang bisa berbagi ilmu dengan para siswa MAS Al-Barokah. Jurnalistik bukan hanya sekadar menulis berita, tetapi juga melatih kepekaan terhadap lingkungan dan membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi,” jelas Ahmad Salman Farid.
Salah satu peserta, M. Raihan Nabil, mengaku sangat antusias mengikuti lokakarya ini. Ia merasa mendapatkan banyak ilmu baru yang bermanfaat, terutama dalam memahami cara membuat berita yang baik dan benar.
“Dulu saya pikir menulis berita itu hanya sekadar bercerita. Ternyata, ada teknik dan kaidahnya. Saya jadi lebih paham bagaimana membuat berita yang menarik dan informatif,” ujar Raihan dengan semangat.
Selain teori, para peserta juga diajak untuk praktik langsung menulis berita berdasarkan materi yang diberikan. Setiap siswa diminta untuk membuat satu artikel pendek tentang kegiatan di sekolah mereka, yang kemudian dikoreksi dan diberikan masukan oleh narasumber.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, STAIN Madina berharap dapat terus memberikan kontribusi positif dalam pengembangan literasi dan keterampilan jurnalistik bagi pelajar. Rencananya, kegiatan serupa akan terus diadakan secara berkala agar semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaat dari program ini. (MRL/Rel)






