MADINA – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) sebagai penyelenggara Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah menyalurkan beras premium jenis SPHP sebanyak 51 ton sejak 1 Agustus hingga 24 September 2025 kepada masyarakat.
Selain itu, penyelenggara GPM lainnya seperti dari Polres Madina, Kodim 0212/Ts melalui Satuan Koramil di Madina, PTPN dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 189,5 ton. Total keseluruhan 240,5 ton untuk Madina.
Selain beras SPHP, setiap lapak GPM Dinas Ketapang Madina juga menyediakan sembako jenis lainnya seperti gula putih dan minyak goreng produk dari Bulog.
Kepala Dinas Ketapang Madina Taufik Zulhandra Ritonga dalam keterangan resminya menyebut tujuan utama GPM untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Dengan gerakan ini sehingga dapat menekan inflasi dan meringankan beban ekonomi, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.
Taufik juga mengaku Dinas Ketapang mematok harga beras SPHP Rp60 ribu untuk setiap sak beras berukuran 5 kilogram. Selain beras juga tersedia minyak goreng dan gula putih.
“Penjualan sembako atas subsidi dari pemerintah, kita menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang membuka kegiatan GPM hari ini menjelaskan, subsidi ini merupakan bagian dari program nasional untuk meringankan beban masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Pemkab Madina bekerja sama dengan Bulog menghadirkan beras murah ini,” kata dia.
Wabup Atika menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo karena dengan GPM, yang menjadi program nasional ini, banyak masyarakat di Madina terbantu.
“Melalui kegiatan GPM, masyarakat dapat membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap dia.
Atika juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk memanfaatkan keberadaan Pasar Eks Bioskop Tapanuli sebagai tempat belanja kebutuhan pokok.
Di sisi lain, dia meminta para pedagang agar menempati lapak atau los yang telah ditentukan dan meninggalkan lokasi yang lama, yakni jalan keliling di Pasar Lama Panyabungan.
Dalam kesempatan itu, Wabup Atika turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Muktar Afandi Lubis, Kadis Perdagangan Parlin Lubis, Kadis PUPR Ir. Elpi Yanti Harahap, sekretaris Dinas Ketapang, dan Camat Panyabungan Miswar Husin Pulungan. (FAN)












