Bupati Madina Ingatkan Jangan Perkeruh Keadaan

PANYABUNGAN, – kebakaran yang terjadi di Wellpad AA Project Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) di Desa Sibanggor Tonga Kecamatan Puncak Sorik Marapi (PSM) pada Jum’at (14/05/2021) sempat mengakibatkan kepanikan bagi Masyarakat disekitar area Konstruksi Power Plant milik PT SMGP.

Atas peristiwa itu, Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs Dahlan Hasan Nasution mengimbau kepada lapisan masyarakat agar tidak memperkeruh situasi yang terjadi saat ini

“Sebagaimana kita ketahui PT SMGP kembali ditimpa musibah kebakaran pada Jum’at (14/05/2021) dan hal ini tentunya tidak satu pun yang menghendaki. Informasi yang kita himpun bahwakebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik pada Power Plant di Wellpad AA di Desa Sibanggor Tonga. Kami meminta agar masyarakat tenang serta jangan menduga-duga, mari Kita serahkan penanganannya kepada Pihak yang berwenang,” pesan Dahlan Hasan.

Bupati menyebut ia sudah menghubungi Kementerian ESDM di Jakarta, dan diperoleh penjelasan bahwa Kementerian ESDM akan menurutunkan tim guna melakukan pemeriksaan. Bupati Dahlan Hasan juga berharap agar Masyarakat dapat mengkaji secara utuh tentang keberadaan PT SMGP,

“Di satu sisi Kabupaten Mandailing Natal butuh listrik dan masyarakat sekitar juga cukup banyak menggantungkan hidup dari perusahaan itu. Ada perputaran uang sekitar Rp 1,5 miliar upah yang diterima oleh masyarakat yang bekerja di situ.

“di sisi lain sudah ada kesepakatan antara Pemda dengan perusahaan dan masyarakat pelaku usaha lokal agar ke depan kebutuhan PT SMGP harus melibatkan pengusaha lokal. Tentunya dengan catatan segala kewajiban dan keselamatan masyarakat harus turut dilengkapi PT SMGP sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,’ ungkapnya.

Bupati menyayangkan statemen dari Ketua pemuda Pancasila Kabupaten Madina, Arjun Nasution di media online yang meminta PT SMGP harus ditutup sementara.

“Apakah saudara Arjun sudah memikirkan nasib para pekerja manakala perusahaan tidak beroperasi, sementara setelah terjadi musibah naas pada 25 Januari 2021, masyarakat yang bekerja di PT SMGP hampir 2 bulan tidak bekerja dan tidak menerima upah, Apakah Saudara Arjun dapat menalangi kebutuhan Masyarakat yang bekerja di PT SMGP,” kata Bupati Dahlan.

Seharusnya, sambung Bupati, pimpinan ormas kepemudaan seperti Arjun berpikir lebih matang dan berkaca pada diri sendiri.

“Beliau salah satu aktor tambang emas di wilayah Batang Natal. tambang illegal itu yang jelas merusak lingkungan dan mengancam hidup masyarakat di masa akan datang, sungai Batang Natal hancur. 20 Tahun ke depan humus tanah di lokasi bekas pertambangan tidak akan normal, setiap hari anak dan cucu masyarakat lahir akan tetapi ruang untuk kehidupan mereka sudah dihancurkan oleh penambang emas Ilegal,” ujarnya lagi.

“Saya mengimbau masyarakat agar tidak ikut-ikutan dalam kegiatan tambang emas Ilegal tersebut, begitu juga Masyarakat yang selama ini menggunakan sungai Batang Natal mulai dari Desa Tombang Kaluang sampai Ke Natal sekitar ± 40 Km tidak dapat lagi menggunakan air Sungai Batang Natal karena Siang Malam Kondisi air sungai keruh berlumpur berwana kecoklatan,” pesannya. (MN-08)