MADINA, Mohga – Dalam agenda pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kabupaten Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK IKAPTK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Rabu (17/05/2023) yang diketuai oleh Drs. Lismulyadi. Bupati Madina HM Jafar Sukhairi bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi diangkat sebagai anggota kehormatan Pendidikan Tinggi yang kini bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu.
Acara berlangsung di aula Ladang Sari Panyabungan dengan dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) IKAPTK Sumatera Utara, H. Faisal Arif Nasution, S.Sos, M.Si perwakilan dari DPK Kabupaten Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan dan Kota Padang sidempuan, perwakilan unsur Forkopimda Madina, Pimpinan OPD serta Camat.
Dalam sambutannya, Drs Lismulyadi menyampaikan rasa terima kasihnya atas amanah yang diberikan kepada dirinya beserta pengurus.
“Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami, kami menyadari amanah ini berat, apalagi kalau tidak dibantu dan tidak ada koordniasi yang baik dengan DPP IKAPTK Sumut. Selanjutnya, kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Madina, dimana pengurus DPK IKAPTK yang 34 personil, telah diberikan posisi dan jabatan strategis sebanyak 15 orang. Dalam hal ini, kami siap membantu pemerintahan dan juga mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati, serta tidak menelantarkan AD/ART IKAPTK. Dan kami sampaikan, pengabdian kepada masyarakat merupakan ruh kami di IKAPTK Madina,” terang Lismuliadi.
Ketua DPP IKAPTK Sumut Faisal Arif Nasution dalam sambutannya sempat menerangkan lingkup perjalanan Pendidikan Tinggi yang dahulunya dimulai dengan nama OSVIA hingga kini menjadi IPDN tersebut.
“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Madina karena telah mensupport keberadaan IKAPTK. Perlu kami sampaikan, bahwa dulunya kami ini dididik general, yaitu siap pakai dimana saja. Namun sekarang, pola pengajarannya sudah berubah. Sekarang sudah ada 3 fakultas dan 10 program studi yang alumnusnya dituntut untuk menjadi analis. Seperti analis kebijakan terapan, analis pengamat politik, pengembangan SDM. Nah persoalannya, lulusan IPDN sekarang ini lebih banyak dipakai sebagai ajudan, mungkin karena selalu siap dan cepat. Tapi yang diharapkan itu mereka masuk sebagai analis untuk memperkuat kinerja organisasi,” terang Faisal yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Dalam arahannya, Bupati Madina mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dan terhormat telah masuk sebagai bahian dari ikatan tersebut, meskipun dirinya tak sempat mencicipi pendidikan kampus tersebut.
“Saya sampaikan, bahwa pada saat lulus SMA, saya ingat, dulu yang mendaftar di IPDN itu sekitar 120 orang, sementara yang diterima itu 80 orang. Nah, saya masuk dalam daftar yang tak diterima itu. Bukan hanya saya, anak saya juga mendaftar dan tidak masuk. Tapi siapa sangka, sekarang saya bisa mengenakan pin Astha Brata ini sebagai anggota kehormatan. Jadi kalau soal perhatian saya terhadap IKAPTK, jangan diragukan ya,” sebut Sukhairi yang disambut dengan tawa dan tepuk tangan hadirin.
Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution mengajak IKAPTK Madina proaktif membangun Madina. Bahkan, Sukhairi meminta IKAPTK Madina berada di garis terdepan dalam pembangunan Kabupaten Madina.
“Tanpa mengucilkan yang lain, IKAPTK harus terus-menerus meningkatkan kompetensi diri. Jadilah teladan dan ASN yang Tangguh. Kehadiran IKAPTK bukanlah wadah untuk mengeksklusifkan diri. Akan tetapi, kehadiran IKAPTK dapat menjadi perekat dan teladan bagi tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional,” kata Sukhairi.
Selain itu, Sukhairi berpesan agar IKAPTK dapat bersinergi dengan pemerintah dalam melahirkan terobosan dan inovasi baru guna membangun Madina sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah.
Dalam agenda itu, Lismulyadi Nasution dilantik menjadi ketua DPK IKAPTK Madina, M. Daud Batubara sebagai wakil ketua, Lion Muslim Nasution sebagai sekretaris, dan Uray Sari Narulita sebagai bendahara. (MN-07)






