BNNK Selidiki Paket Sabu yang Ditemukan di Lapas Panyabungan

0
461

PANYABUNGAN, – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal (Madina) mengatakan penemuan narkotika dilokasi branggang Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan pada Kamis (15/7/2021) kemarin berlanjut ke tahap penyelidikan.

“Untuk proses selanjutnya masuk pada tahapan penyelidikan, barang buktinya kami amankan di BNNK Mandailing Natal,” kata Penyidik Pratama BNNK Madina, Purnama Sari S.Kom mewakili Kepala BNNK, AKBP Eddy Mashuri Nasution diruang kerjanya, Jum’at (16/7/2021).

Lebih lanjut, Purnama mengaku asal mula informasi mereka himpun penemuan diduga narkoba itu atas komunikasi Kalapas Kelas IIB Panyabungan, Hamdi Hasibuan dengan Kepala BNNK Madina.

“Atas kerjasama yang baik antara Lapas dan BNNK, pihak Lapas menghubungi Kepala BNNK yang sedang berhalangan saat ini tidak masuk kantor untuk menjemput diduga narkotika tersebut. Karena pihak Lapas tidak ada hak untuk menyimpan narkotika, setelah itu Kepala BNNK memerintahkan Pelaksana Harian di BNNK untuk mengeluarkan surat tugas penjemputan kepada kami berjumlah 3 orang, 2 orang penyidik pratama dan 1 orang Staf Seksi Pemberantasan,” ujarnya

Purnama menyebut pihaknya tidak turun ke lokasi penemuan dan hanya melakukan penjemputan dan serah terima barang bukti di Lapas Panyabungan

Ia juga mengatakan berita acara serah terima temuan diduga narkotika itu sudah diterima oleh BNNK Madina yang ditanda tangani pihak BNNK dan Lapas. Dan berita acara penimbangan bernomor 05/SDM/OPR/2020 tanggal 15 Juli di Kantor Pos Panyabungan berisi barang bukti diduga sabu di dalam paket kecil siap edar dengan timbangan berat kotor 50 gram dan ganja kering 7 paket am kecil berat kotor 5 gram juga ditunjukkan yang ditanda tangani pihaknya, pihak Lapas dan KaKp Cabang PT Posindonesia (Persero), H Meirul Sadli.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kantongan plastik warna hitam diduga narkotika jenis sabu dan ganja itu ditemukan oleh pegawai Lapas Panyabungan bagian Kepala Seksi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Kamtib), Hendria SH didampingi Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), M Amril Hakim Lubis dan beberapa pegawai Lapas di branggang (Pembatas Tembok) saat melakukan deteksi dini di lingkungan Lapas sekitar pukul 11.30 Wib.

jumlah narkotika diduga jenis sabu yang ditemukan seberat 50 gram dan sudah memiliki harga satuan di paket masing-masing. Berikut rinciannya; seperti sabu harga Rp 100 ribu sebanyak 169 paket, harga Rp 150 ribu 8 paket, harga Rp 200 ribu 23 paket, harga Rp 300 ribu 15 paket Rp 350 ribu 20 paket serta 7 paket kecil ganja kering siap pakai tanpa daftar harga seberat 5 gram. (MN-08)