PALUTA, Mohga – Politik adalah kemampuan membaca strategi yang berkelipatan jauh ke depan. Hanya orang-orang terpilih yang siap membaca dan bergerak menantang arus kemapanan. Salah satunya adalah Andar Amin Harahap.
Demikian disampaikan Aman Sudirman Harahap Ketua Gerakan Moral Pendukung Andar (Gempar), Senin, (13/11/2023) malam.
Andar Amin Harahap, tokoh yang sempat membuat sejarah di wilayah Tabagsel, terpilih lewat Pilkada tanpa lawan. Alias kotak kosong. Kali ini, menjelang habis periode kepemimpinan daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, politisi muda ini memilih mundur dari kursi bupati, selanjutnya maju sebagai caleg DPR RI Dapil Sumut 2 dari partai Golkar.
“Langkah politik yang dilakukan Andar Amin Harahap itu, haqqul yakin dengan semangatnya, Andar Amin Harahap Walikota Padangsidempuan, 2013-2018 dan Bupati Paluta 2018-2023, memiliki reputasi yang memang bisa diandalkan dalam pusaran politik di Kabupaten Paluta dan Padangsidempuan,” jelas Ketua Gempar.
Aman Sudirman mengatakan soal kotak kosong, Andar – Hariro, adalah pasangan pertama di Kabupaten Paluta yang melewatinya. Beda dengan daerah lain, pasangan ini menang telak.
“Ini sensasi politik yang baru, ketika berlangsungnya Pilkada 2018, menang melawan kotak kosong,” ucapnya
Reputasi politik itulah, yang mendorong Andar Amin, melangkah ke tangga nasional, DPR RI. Serta dukungan dari masyarakat Kabupaten Paluta dan Kota Padangsidempuan untuk berada di Senayan.
Sesuai pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU), Andar berada pada nomor urut 10 calon tetap, dari Partai Golkar untuk Dapil Sumut II. Mampukah Andar maju jadi anggota DPR RI? Sebuah pertanyaan yang berbuah tantangan.
“Andar Amin akan all-out, berjuang di Dapil II untuk meraih suara terbanyak. Seperti diketahui, Dapil II Sumut termasuk medan juang yang cukup ketat. Dengan adanya para petahana kuat di Dapil II tersebut,” jelasnya lagi.
Namun, nama-nama petahana tersebut, tentu saja sudah dikenal Andar secara politik. Selain ada caleg-caleg yang baru muncul, yang tidak bisa dianggap enteng. Karena bicara tentang peluang, akan terkunci pada siapa yang mampu memenangkan hati rakyat.
“Yang jelas kita berjuang dulu merebut hati rakyat dan memohon doa serta dukungan. Soal hasil kita serahkan kepada takdir Allah. Intinya, hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” ujar Aman Sudirman Harahap. (MN-16)






