Belajar Tatap Muka Terbatas di Madina Dimulai

PANYABUNGAN,- berdasarkan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 44 tahun 2021, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) termasuk daerah penurunan PPKM dari level 4 ke level 2.

Dalam aturan itu, segala kegiatan sudah bisa dilakukan dengan tetap protokol kesehatan yang ketat termasuk Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina, Alamulhaq Daulay menyebut instruksi Mendagri tersebut mulai diberlakukan di satuan pendidikan mulai dari tingkat Paud, SD dan SMP.

“Sesuai instruksi Mendagri nomor 44 tahun 2021, tertulis di diktum kesatu bahwa Madina sudah masuk daftar PPKM level 2. Imbauan izin melakukan PTMT sudah kita sampaikan kepada seluruh Kordinator Wilayah UPT Pendidikan di Madina bahwasanya pada Rabu 22 September dimulai kembali,” kata Alamulhaq, Selasa (22/9/2021)

Diterangkan, aturan PTMT ini persis sama dengan PTMT sebelum penetapan PPKM level 4 kemarin.

“Sekolah tingkat Paud/TK, SD dan SMP sudah boleh dilaksanakan mulai besok. Tingkat SD dan SMP jumlah kehadiran siswa-siswi 50 persen, PAUD 33 persen dengan protokol kesehatan ketat. Kemudian, siswa dan siswi diperbolehkan memakai pakaian seragam sekolah lengkap,” ungkapnya.

Terakhir, Alamulhaq meminta kepada seluruh Kepala Sekolah di Madina agar selalu koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan dan Kordinator Wilayah.

Sementara Kordinator Wilayah III UPT Dinas Pendidikan Panyabungan Barat Abdul Rahim S.Pd mengaku sudah menerima imbauan tulisan semacam surat dari Dinas Pendidikan.

“Hari ini imbauan tentang PTMT dari Dinas Pendidikan sudah ada, dalam tulisan itu menyebut surat edaran akan menyusul. Dan, izin pelaksanaan PTMT itu juga sudah disampaikan kepada seluruh Kepala Sekolah wilayah kerja Korwil III,” ujarnya.

Secara terpisah, warga Kelurahan Kotasiatar bernama Asnidar merasa bangga setelah mendengar kabar baik itu. Ia berharap ke depannya penundaan PTMT tidak ada lagi.

“Anak saya sekolah di tingkat PAUD, sejak mendaftar sudah sering diliburkan. Pernah sekali saya test sejauh mana pengetahuannya dalam membaca. Parahnya, semakin menurun. Mendengar kabar baik PTMT kembali diperbolehkan, kami sangat senang,” ucapnya. (MN-08)