MADINA, Mohga – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) melaksanakan kegiatan pelatihan yang diikuti oleh peserta dari lintas instansi dan organisasi dari 5 kabupate kota yaitu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas dan Kota Padangsidimpuan.
Agenda pembukaan pelatihan digelar di aula Hotel Rindang beralamat di Kelurahan Dalan Lidang dan dibuka oleh Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi melalui Asisten III Drs. Lismulyadi Nasution dan dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Pencarian dan Pertolongan Basarnas yang diwakili Budi Praytino, Polres Madina, Kodim 0212 TS, Danyonif 123/Rajawali, Kalaksa BPBD dari 5 Kabupaten/Kota, kepala OPD, Camat, Kapolsek, PT SMGP, PT Martabe dan organisasi lainnya.
Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Dengan pelatihan teknis pencarian dan pertolongan di ketinggian bagi potensi pencarian dan pertolongan, kita tingkatkan kemampuan dan soliditas dalam melaksanakan pencarian dan pertolongan secara profesional, sinergi dan militan’.
Dalam sambutannya, Joni Superiadi SE MM selaku Kepala Seksi Sumber Daya Pencarian dan Pertolongan Kantor Kelas A Medan yang juga sebagai Ketua Panitia kegiatan melaporkan, ke-50 peserta merupakan gabungan dari lintas instansi dan organisasi dari 5 Kabupaten/Kota, mulai dari instansi pemerintahan, TNI, Polri, PT SMGP, PT Martabe, karang taruna, pramuka hingga komunitas pecinta alam.
“Tujuan kegiatan kita salah satunya yaitu meningkatkan kemampuan potensi pencarian dan pertolongan dalam melaksanakan evakuasi dan menjadikan forum berbagi pengalaman sekaligus menjalin sinergitas dan soliditas,” sebutnya.
Selanjutnya, Widya Iswara Budi Praytino dalam sambutannya menyampaikan kualitas, skill, pengetahuan dan faktor keselamatan diri dan tim menjadi kunci penting dalam operasional pencarian dan pertolongan.
“Semoga pelaksanaan ini terselenggarakan dengan baik dan semoga peserta ini menjadi embrio yang melakukakan upaya dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Tambahkan, dalam pelaksanaan operasional pencarian dan pertolongan memiliki resiko yang sangat tinggi. Untuk itu ditekankan supaya benar benar mengutamakan keselamatan diri sendiri dan tim. Jangan sampai menambah korban jiwa,” terang Budi.
“Mengingat Indonesia termasuk dalam ring of fire (cincin api pasifik; daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi-red) maka potensi bencana sangat tinggi. Untuk itu banyuan dari seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan sanga dibutuhkan dalam pelaksanaan pencarian dan pertolongan. Untuk itu diklat seperti ini dibutuhkan untuk meningkatkan skill, pengetahuan pada insan SAR,” tambahnya lagi.
Dalam pidato wakil bupati yang dibacakan oleh Lismulyadi menyampaikan terima kasih kepada Basarnas atas kesepakatan menjadikan Madina sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Pemkab Madina menyambut baik dengan pelatihan ini. Mengingat Unit SAR yang ada di Madina mempunyai tanggung jawab yang besar dengan wilayah kerja yang luas, sementara personel masih minim. Apalagi dari segi geografis, di Madina sangat berpotensi terjadinya kecelakaan khususnya di ketinggian atau tebing,” ucap Lismulyadi
“Pelatihan ini adalah langkah penting dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai keadaan darurat ke depannya. Harapannya, segenap peserta nantinya memiliki sikap, ketetampilan dan mental sebagai potensi SAR. Dan kami nyatakan bahwa SAR adalah pahlawan modern,” imbuhnya.
Adapun waktu pelaksanaan pelatihan yaitu mulai tanggal 24 Juli s/d 29 Juli 2023 bertempat di Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Madina. (MN-07)






