PANYABUNGAN,- petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh karena sulitnya mendapat pupuk bersubsidi sehingga mereka dengan berat hati membeli pupuk non subsidi dengan harga yang lebih tinggi.
Kelangkaan pupuk bersubsidi ini jadi perhatian banyak masyakarakat, termasuk Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Madina. Pemuda Tani meminta Pemerintah Daerah perlu segera menyikapi kelangkaan pupuk bersubsidi karena bersentuhan langsung dengan hajat hidup Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Madina
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution didampingi Kepala Dinas Pertanian, Siar Nasution SP kepada MohgaNews, Kamis (13/8/2021) menjelaskan, penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi ditingkat petani dikarenakan kesalahan teknis penginputan data ditingkat penyuluh pertanian
“Ada beberapa masalah tekhnis kita temukan di lapangan salah satunya input data banyak yang keliru. Karena, sekarang sudah menggunakan aplikasi ditangani penyuluh pertanian. Banyak miss komunikasi di sini. Jadi, yang pertama kita benahi adalah sumber daya manusia (Human Resources) dan para penyuluh nantinya akan kita latih bagaimana menginput data yang benar sehingga jumlah data itu akan keluar pupuk yang dibutuhkan,” kata Atika saat tanam bawang merah perdana program bersumber dari APBN 2021 di Desa Manyabar, Panyabungan.
Atika mengaku, Pemkab Madina saat ini dihadapkan dengan masalah terkait data. Untuk itu, pihaknya jarang turun ke lapangan karena sibuk perbaikan data.
“Saat ini, kami benar-benar sedang membenahi masalah data, karena dengan data yang benar dan up to date kita bisa membuat kebijakan yang peruntukannya bagi masyarakat luas,” ujarnya.
“masalah data yang tak valid mengakibatkan pedagang mengambil kesempatan dalam momen kelangkaan. Ke depan secepatnya data akan kita perbaiki,” jelasnya.
Untuk diketahui, Atika Azmi didampingi Kadis Pertanian menghadiri tanam bawang merah perdana di Desa Manyabar Kecamatan Panyabungan. Dari data yang diperoleh dari Kadis Pertanian, Desa ini mendapat bantuan bibit dari Pemerintah Program sumber dana APBN tahun 2021.
Kelompok tani Karya Bersama Desa Manyabar Jae dengan luas lahan 5 hektar dikelola 32 anggota atau 32 keluarga. Sedangkan jenis bantuannya berupa 3,5 ton bibit bawang merah, pupuk 2,5 ton. (MN-08)






