AKBP Irsan Sinuhaji Ungkap Kronologi Penangkapan 4 Kurir Sabu Seberat 1,6 Kg

0
701

MohgaNews|Medan – Polrestabes Medan berhasil menangkap 4 orang pengedar sekaligus bandar narkoba jenis sabu, mereka ditangkap di lokasi yang berbeda dan barang bukti yang diamankan sebanyak 1,6 Kg.

Hal itu dijelaskan Wakil Kapolretabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi Irsan Sinuhaji SIk dalam keterangan pers yang diterima MohgaNews, Selasa (14/7/2020).

4 orang tersangka yaitu SME (45) yang diketahui bekerja sebagai supir ojek online. Ia ditangkap pada tanggal 18 Juni yang lalu di rumahnya beralamat di Jalan Pancasila Dusun
IX Rambutan II Desa Bandar Kalipa Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Dari tangan SME, polisi menyita barang bukti berupa 1 kotak kaleng roti merk Hatari, 1 bungkus plastik klip yang berisikan Narkotika jenis shabu shabu
dengan berat bersih 300 gram, uang sebesar Rp100 ribu,
2 unit timbangan elektrik, 1 sendok plastik warna putih, dan 1 bungkus plastik.

AKBP Irsan menyebut barang bukti narkotika jenis sabu ditemukan petugas di belakang rumah tersangka tepatnya dekat pohon asam di dalam tanah
sedalam 30 cm. Tersangka dan barang bukti dibawa ke
Satresnarkoba Polrestabes Medan untuk diperiksa lebih lanjut.

tersangka kedua yaitu SM (21) warga Jalan Alue Bulu
Desa Matang Anoe Kecamatan Sinudun Kabupaten Aceh Utara. SM ditangkap pada tanggal 25 Juni di tempat penginapan beralamat di jalan Karya
Ujung Kelurahan Namo Rambe Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 328 gram yang dibungkus dalam plastik. Kemudian buku catatan penjualan sabu, uang sebanyak Rp 300 ribu dan 2 unit timbangan elektrik.

Tersangka ketiga yaitu RS (26) warga jalan Yos Sudarso
lorong 14 Keluraha Glugur Kota Kecamatan Medan Barat. RS ditangkap pada tanggal 12 Juli sekitar pukul 9.00 Wib di di jalan Sei Mencirim Diski Kecamatan
Sunggal, Deli Serdang. Dari tersangka polisi menyita barang bukti sabu seberat Rp 1 kg dibungkus dalam plastik.

“Dan tersangka keempat adalah AH warga Gampong Alue Bili Rayeuk Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara, AH kita tangkap satu jam setelah penangkapan RS. AH merupakan hasil pengembangan kasus RS. Karena berdasarkan keterangan RS, ia memperoleh sabu dari AH,” ujar AKBP Irsan. Dan dari tersangka RS dan AH, polisi menyita barang bukti sabu 1 Kg, 1 unit Sepeda motor merk Honda Scoopy warna silver dengan nomor polisi BK 6444 AHG, 1 unit HP samsung,
1 unit HP merk Nokia, dan unit mobil merk Inova warna silver nomor polisi BK 1844 ZA.

Eks Kapolres Madina itu menyebut dari total barang bukti yang ada (1,6Kg) total material yang diamankan tersebut sebesar Rp 640 juta. Dan, sabu seberat 1,6 itu diperkirakan untuk dikonsumsi sebanyak 16 ribu orang pengguna sabu.

“perkiraan sabu seberat 1,6 Kg itu untuk dikonsumsi sebanyak 16 ribu orang, karena kalkulasinya 1 gram saja bisa untuk digunakan 10 orang. Dan perkirakan 1,6 Kg itu dijual dengan harga Rp 640 juta,” bebernya.

Saat ini keempat orang pengedar dan bandar sabu tersebut sudah diamankan di Satres Narkoba Polrestabes Medan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Dan kepada keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling rendah 5 tahun dan selambat-lambatnya 20 tahun, dan denda paling banyak sebesar Rp 10 miliar. (MN-01)