Abdul Latif: Tidak Benar Kami Membunuh Usaha Warga

0
47

MohgaNews|Madina – Abdul Latif Lubis, pengusaha galian C yang telah mengantongi izin menanggapi keluhan kaum ibu yang menemui Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dan mengeluhkan soal usaha pemecah batu tradisional yang tak laku setelah beroperasinya badan usaha tersebut.

“Menanggapi kedatangan ibu-ibu yang mendatangi Bupati Madina dan menyampaikan keluhan ibu-ibu pemecah batu, mereka menyebut tidak laku lagi batu mereka yg dipecah secara tradisional setelah adanya galian C berizin dan crusher. Di sini saya jelaskan bahwa anggota saya semalam sudah melakukan investigasi langsung ke rumah ibu-ibu bersangkutan yang menemui Bupati, hasilnya adalah batu pecah mereka tidak ada dan kami pun sampai sekarang membutuhkan batu pecah,

“Kalau ada batu pecah yang dikerjakan kaum ibu kami siap menampung, tapi dengan catatan Pemerintah Daerah bisa memberikan perlindungan bagi kami apabila nanti ada masalah dengan hukum,” kata Abdul Latif dalam konferensi pers yang diadakan di hotel Rindang Panyabungan, Selasa (15/9/2020)

Latif menilai seharusnya pemerintah daerah melindungi usaha yang telah mempunyai izin bukan malah sebaliknya.

“Pemerintah daerah seharusnya melindungi kami yang memiliki izin. Di sini saya saya beritahukan ada perusahaan KMN dan TK yang sudah berusaha puluhan tahun yang bahan galian C nya belum memiliki izin. Perusahaan itu harusnya diawasi pemerintah supaya ada pendapatan daerah. Badan usaha kami saja satu tahun bisa menyumbang PAD mencapai Rp 600 juta,” ujarnya lagi.

Abdul Latif mengatakan pihaknya selaku pengusaha membutuhkan perlindungan usaha atas izin yang mereka miliki. Ia berharap supaya iklim politik tidak serta merta menganggu kenyamanan mereka berusaha

“Sekali lagi kami perlu sampaikan bahwa kami tidak membunuh usaha kaum ibu yang katanya selama ini bekerja batu pecah, dan kami siap membeli batu pecah mereka tapi pemerintah harus melindungi kami apabila bermasalah dengan hukum, karena itu tidak dibolehkan, apalagi usaha kami punya izin legalitas. Dan kami meminta supaya pemerintah mengejar badan usaha galian C yang tidak punya izin,” katanya

Sebagaimana diketahui Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menerima audensi mendadak warga pemecah batu tradisional yang biasa menumpukkan batu pecah di sepanjang pinggiran sungai Aek Pohon Desa Tobing Tinggi, Pagaran, Pidoli, Adian Jior dan Manyabar Minggu (13/9) siang.

Warga mengeluhkan saat ini batu pecah tidak ada yang beli sehingga terancam tak lagi bekerja dan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Saat itu Bupati menanggapi warga dari kalangan ibu-ibu itu akan mencari solusi atas permasalahan yang dikeluhkan warga tersebut. (MN-02)