MohgaNews|Madina – tokoh masyarakat Sumatera Utara, Saparuddin Haji Lubis mengatakan Sumatera Utara merupakan daerah yang heterogen dengan kekayaan dan potensi alam yang luar biasa. Namun, kucuran anggaran untuk daerah masih sangat minim khususnya bagi daerah pantai barat.
Demikian dikatakan Saparuddin Haji Lubis saat bincang-bincang dengan MohgaNews di Panyabungan Mandailing Natal, Sabtu (5/1/2019).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menerangkan, pantai barat merupakan suatu daerah yang memiliki kekayaan luar bisa, dari segi perkebunan, pertanian, pertambangan, kekayaan laut, dan hasil bumi lainnya. Namun, penghasilan masyarakat masih jauh di bawah pendapatan rata-rata secara nasional.
Menurut Saparuddin Haji, kondisi itu disebabkan masih kurangnya dukungan sarana dan infrastruktur. Hal ini bisa dibuktikan dengan akses transportasi jalan darat khususnya di wilayah kabupaten Mandailing Natal.
“Ini jadi perhatian khusus kita selama ini, masyarakat di Pantai Barat masih kategori tertinggal. Padahal kita mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Ketertinggalan ini disebabkan kurangnya sarana pendukung misalkan saja infrastruktur jalan, kondisi jalan di daerah Pantai Barat itu cukup rusak, dan itupun sudah berlangsung lama,” ungkap Saparuddin Haji.
Alumni psantren Musthafawiyah itu mengatakan, kebijakan anggaran pemerintah pusat itu belum merata dirasakan masyarakat, khususnya wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Belum lagi perhatian pada ekonomi kreatif semisal UMKM dan home industri yang mana banyak pelaku usaha UMKM berjalan sendiri tanpa ada pembinaan dari pemerintah.
“Ini yang mesti kita pikirkan bersama, Tabagsel masih sangat jauh dari perhatian pemerintah pusat, tentu selaku putra daerah ini tugas dan tanggung jawab kita bersama. Dan, saya yakin apabila masyarakat kita mampu mendudukkan wakil rakyat di DPR RI, tentu kebijakan anggaran pusat itu bisa lebih besar untuk daerah, dan ini yang mesti kita upayakan,” terangnya.
Putra kandung dari tokoh agama Mandailing Natal H Ismail Hakim Lubis atau Haji Atas itu menyebutkan, masyarakat Tabagsel khususnya Mandailing Natal mesti bersatu membulatkan tekad untuk mengutus putra daerah duduk di senayan, tujuannya supaya akselerasi pembangunan di daerah itu bisa tercapai.
“Ini perlu kebersamaan dan tekad yang kuat, itu modal dasar kita untuk mengejar keteringgalan daerah. Kursi di DPR RI harus bisa kita rebut, supaya anggaran nasional bisa kita kucurkan ke daerah dengan jumlah yang lebih besar,” sebut Saparuddin Haji Lubis yang pernah jadi calon Bupati Madina di Pilkada tahun 2015 yang lalu. (MN-01)






