RSUD Panyabungan: Pasien Tidak Mengalami Gejala Paparan H2S

PANYABUNGAN, – lima orang warga dibawa berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan pasca kebakaran di Wellpad AA area perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) Desa Sibanggor Tonga Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada hari Jumat (14/5/2021) pekan lalu.

Kelima warga tersebut yakni; Rosita (41), Sarifah (45), dan Nur Habibah (67). Tiga orang warga Desa Sibanggor Julu ini masuk ke RSUD Panyabungan pada hari Jumat. Sementara dua orang lagi yaitu Parwis Nasution (38) dan Sahat (50) masuk ke RSUD Panyabungan pada hari Minggu (16/5/2021)

Belakangan ini korban tersebut dikabarkan terpapar gas beracun jenis H2S.

Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan kepada MohgaNews menjelaskan pihaknya belum ada memberikan kesimpulan maupun statemen kelima korban tersebut terpapar gas H2S.

“Kalaupun ada yang bilang pasien terpapar H2S, kami tidak tahu itu hasilnya dari mana. Kami tidak ada membuat kesimpulan pasien terpapar gas H2S. Pasien ini berbeda dengan pasien yang masuk pada 25 Januari yang lalu. Gejalanya berbeda, korban kejadian 25 Januari semuanya mengalami sesak napas, kalau pasien yang masuk sekarang tidak ada yang mengalami sesak napas, gejalanya adalah pusing, mual, dan muntah, lebih banyak (gejala) di lambung, bukan di paru-paru. Sampai sekarang keluhannya pun masih itu juga,” jelas dr Rusli.

Ia menyebut gas H2S pengaruhnya adalah ke pernapasan.

“H2S dampaknya ke pernapasan. Dan dokter kita tidak ada yang menyimpulkan pasien yang kita rawat ini terpapar H2S. Dan alat kita untuk itu juga belum ada,” ungkapnya

Demikian juga dijelaskan Kepala ruangan IGD RSUD Panyabungan, Batara Nasution. Dari hasil pemeriksaan darah, kelima pasien adalah normal.

“Pasien yang masuk hari Jumat dikarenakan sok atas kejadian yang 25 Januari, hasil pemeriksaan daerah normal. Mereka mengalami pusing dan mual. Sedangkan pasien yang masuk hari Minggu menurut keterangannya mereka masuk ke area perusahaan, lalu mereka mencium bau busuk dan langsung mual. Kalau yang gejala sesak napas tidak ada. Berbeda dengan kejadian 25 Januari, korbannya semua mengalami sesak napas,” ujar Batara.

Terpisah, pimpinan PT SMGP melalui humas, Syahrini Nuryanti kepada wartawan menjelaskan PT SMGP tidak ada melakukan kegiatan buka sumur di wellpad T pada hari itu

“Kami tidak melakukan kegiatan pembukaan sumur, dan tidak ada pembuktian ada paparan H2S dalam kejadian itu, semua detektor H2S menunjukkan angka 0. Soal bau belerang yang menyerupai bau telur busuk merupakan bau yang wajar di daerah yang memiliki potensi panasbumi atau sumber air panas,” kata Syahrini

Diberitakan sebelumnya, wellpad AA di area konstruksi pembangkit Panasbumi untuk unit 15 MW yang dikelola oleh PT SMGP mengalami kebakaran pada Jumat siang sekitar pukul 12.30 Wib. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut. (MN-08)