MohgaNews|Puncak Sorik Marapi – salah satu upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di lereng gunung Sorik Marapi, perusahaan panas bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) membentuk dan mengembangkan Kelompok Tani Aek Maga, Desa Maga Lombang Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
Kelompok Tani Aek Maga saat ini membudi dayakan tanaman cabai, berdasarkan potensi yang bisa dikembangkan di desa. Kegiatan pengembangan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga bisa berkembang secara mandiri.
Khairul Ashar selaku ketua kelompok tani Aek Maga Desa Maga Lombang kepada wartawan, Selasa (27/10/2020) mengatakan, saat ini kegiatan sudah tahap pelaksanaan dan sudah 30 hari setelah tanam.
“Alhamdulillah kendala yang dialami belum ada, yang dikhawatirkan serangan hama keriting. Jumlah anggota yang terlibat dalam kelompok sebanyak 15 orang, setiap anggota mempunyai tanggung jawab masing-masing dengan jumlah luas lahan mencapai 1 hektar. Kalau kita taksasikan setiap anggota kelompok mengelola 1.500-an tanaman cabai dan tanaman tomat,” ujarnya.
Khairul Ashar mengatakan PT SMGP memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan mulai bibit, obat obatan, mulsa dan monitoring serta konsultasi terkait hal-hal yang menyangkut kegiatan. mereka sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih atas fasilitas yang diberikan.
“Perkiraan kita kalau tidak ada kendala panen awal tahun 2021, karena umur tanaman cabai dan tomat dari sejak tanam sekitar 100 hari. Harapan kita melalui bantuan ini bisa meningkatkan perekonomian kelompok tani dan kami bisa mandiri,
“Terima kasih manajemen PT SMGP yang peduli ekonomi masyarakat dengan memberikan pembinaan kepada kami,” tuturnya.
External Affairs PT SMGP Krishna Handoyo didampingi Muhammad Al – Khotib Nasution selaku Koordinator Program mengatakan kegiatan ini merupakan program pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi perusahaan salah satunya kegiatan ekonomi produktif melalui kelompok tani.
Khotib mengatakan kegiatan yang dikembangkan kelompok tani Aek Maga ini dengan sistem tumpang sari antara tanaman cabai dan tomat, sehingga hasil diharapkan berlipat ganda.
“Dengan jumlah bantuan yang diberikan idealnya memang untuk 11 orang, akan tetapi melihat animo kelompok tani yang cukup tinggi sehingga bisa dimanfaatkan 15 orang, bahkan alat hand traktor mini sudah dibeli kelompok, tentunya selain untuk kebutuhan kelompok tani, bisa juga disewakan dan akan membantu bagi keuangan kelompok, inilah yang diharapkan perusahaan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (MN-01)






