MohgaNews|Panyabungan – Pilkada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2020 semakin menggeliat. Money politik atau politik uang pun jadi trend topik perbincangan masyarakat.
Siapa yang menguntungkan itu yang kami pilih
Begitulah ungkapan AS (37) warga Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan kepada MohgaNews, Rabu malam (21/10/2020)
Bukan tidak ada alasan AS berujar demikian, karena menurutnya pemilihan umum hanya sebagai momentum penebar janji dari kandidat kepada rakyat.
“Mulai dari dulu di Madina calon kepala daerah ataupun DPRD selalu banyak menjanjikan berbagai macam program. Tapi, setelah terpilih akan lupa dengan janjinya. Lebih baik siapa yang menguntungkan itu yang kita pilih,” kata AS diamini beberapa warga lainnya di salah satu warung di Kota Siantar, Panyabungan.
“Uang kuncinya kalau mau menang, karena kami sudah bosan dengan janji saja. Apalagi sitasui sulit begini, kami butuh perhatian dari kandidat, kalau cuma janji, kami sudah bosan, kalau ada uang kami ke TPS,” pungkasnya
Saat disinggung Soal kriteria pemimpin yang mereka inginkan, AS dan warga lainnya berharap pemimpin yang terpilih nanti yang peduli pada peningkatan ekonomi kerakyatan sesuai dengan sumber penghasilan masyarakat.
“Kami hanya panderes (tukang sadap kebun karet), harga karet sangat murah, kami punya anak yang sekolah dan ada yang kuliah. Harapan kami siapapun nanti yang terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati adalah yang bisa memberikan solusi ekonomi warga seperti kami,
“Harga karet bisa naik, solusi inilah yang kami tunggu,” harapnya. (MN-08)






