Mohganews|Panyabungan – setelah seminggu terakhir melakukan penggalangan dana di beberapa titik di sekitaran Panyabungan dan juga Kota Padangsidimpuan, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidimpuan pada Senin (19/10/2020) kembali menyalurkan bantuan dana terhadap penderita kanker payudara Nur Asiah (46) yang berdomisili di Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan, Madina.
Nur Asiah dan suaminya Sahrial (56) beserta putrinya direncanakan berangkat pada Senin malam (19/10/2020) menuju RSUD Dr. M Djamil Padang, Sumatera Barat sebagai tujuan rujukan dari RSUD Panyabungan.
Dana tersebut nantinya dipergunakan untuk kebutuhan biaya hidup keluarga yang mendampingi masa pengobatan Nur Asiah yang diharapkan dapat dilakukan operasi pengangkatan tumor di tempat tujuan.

Ketua DPP IMMAN Padang Sidempuan, Hapsin Nasution ketika diwawancarai Mohganews berharap kiranya bantuan tersebut dapat digunakan sebaiknya dan membantu meringankan beban Nur Asiah dan keluarga.
“Hal ini sebagai tindak lanjut dari niat kita, karena sebelumnya kita sudah menyalurkan bantuan, dan hari ini (Senin) kembali kita salurkan bantuan hasil dari penggalangan dana di beberapa titik di Panyabungan dan di Padang Sidempuan. Tujuannya untuk meringankan biaya perjalanan serta biaya hidup Ibu Nur Asiah dan keluarga selama masa pengobatan. Karena beliau pengguna BPJS, jadi untuk biaya pengobatan kemungkinan ditanggung BPJS,” ujar Hapsin Nasution.
Selanjutnya, Hapsin juga mengatakan bahwa penggalangan dana ini bukan hanya sampai disini saja, DPP IMMAN nantinya tetap akan melakukan penggalangan dana sebagai biaya tambahan maupun biaya perjalanan sepulangnya dari RS rujukan menuju Madina.
“Kita akan tetap menggalang dana ataupun menghimpun dana dari relasi dan nantinya kita salurkan melalui metode transfer kepada keluarga ibu Nur Asiah jika sudah di RS rujukan di Padang, sekaligus untuk biaya perjalanan pulang ke Madina,” sambungnya.
“Tentu berharap Ibu kita ini semangat dan bisa fokus selama proses pengobatan dan pemulihan, begitu juga untuk keluarga yang mendampingi, jangan sampai ada beban pikiran lain. Dan kita berdoa semoga tidak ada kendala mulai dari perjalanan, pengobatan hingga sepulangnya ke Madina,” tambahnya.
“Ini kewajiban kita bersama, kita sebagai mahasiswa punya beban moral jika berpura-pura tidak melihat kondisi memilukan ini. Tidak lupa kita juga menghaturkan terimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi menyisihkan rupiah demi membantu sesama,” tukasnya.
Menerima bantuan dan perhatian tersebut, Nur Aisah mengungkapkan terima kasihnya dan tak kuasa menahan air mata penuh rasa haru.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk perhatian dan kepedulian anak anak kami ini. Kami sangat bersyukur kepada Allah yang telah membukakan hati anak anak mahasiswa,” ujarnya dengan suara terbata bata.
Hal senada diungkapkan Sahrial suami Nur Asiah yang mengaku hampir putus asa terkait penyakit yang menimpa istrinya itu.
“Kami sudah pasrah pak, tak tahu lagi mau bagaimana. Tapi dengan perhatian anak anak mahasiswa IMMAN ini menjadi dorongan bagi kami, rasa syukur kepada Allah dan berterima kasih untuk mahasiswa dan masyarakat yang telah membantu kami,” jelas Sahrial.
“Surat rujukan dan dokumen yang diperlukan sudah ada, tinggal persiapan seperti pakaian untuk berangkat nanti,” tuturnya. (MN-07)






