MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menegaskan bahwa jabatan pimpinan daerah bukanlah alat untuk berkuasa secara sewenang-wenang, melainkan sebuah tanggung jawab untuk melayani rakyat.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat melaksanakan kegiatan Safari Subuh di Masjid Baiturrahman, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan pada Senin (16/03/2026).
Dalam sambutannya, Saipullah menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rombongan bertujuan untuk mendengar langsung keluhan warga serta memastikan kondisi riil di lapangan.
“Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, hingga pimpinan OPD adalah pelayan masyarakat, bukan penindas,” tegas Saipullah di hadapan para jamaah.
Menjelang hari raya Idulfitri, Bupati juga menitipkan dua pesan penting bagi masyarakat Madina, yakni jangan menimbun BBM dan selalu waspada peristiwa kebakaran.
Bupati meminta masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia memastikan pihak Pertamina telah menjamin ketersediaan stok selama masa lebaran.
“Sudah disediakan Pertamina, ada dua tangki standby di kabupaten ini,” ungkapnya.
Untuk imbauan waspada kebakaran, mengingat tingginya angka kebakaran akibat arus pendek, Bupati menghimbau warga yang akan bepergian atau mudik untuk memastikan instalasi listrik dalam keadaan aman.
“Berdasarkan laporan Kasatpol PP dan Damkar, mayoritas kebakaran di Madina dipicu oleh korsleting listrik,” ungkapnya.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baiturrahman, Afrizal Lubis, menyambut hangat kehadiran orang nomor satu di Madina tersebut. Ia berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi kemajuan desa dan kabupaten secara umum.
“Semoga kedatangan Bupati dan rombongan membawa keberkahan bagi masyarakat Pidoli Lombang khususnya, dan Madina pada umumnya,” ujar Afrizal.
Sebagai penutup kegiatan, Bupati menyerahkan bantuan berupa Al-Qur’an, mukena, dan kain sarung kepada pengurus BKM Baiturrahman untuk menunjang kegiatan ibadah masyarakat setempat. (FAN)






