MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menekankan kepada seluruh petugas tim percepatan penurunan stunting yang ada di seluruh wilayah di Madina agar fokus melakukan sosialisasi tantang menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, kunci utama dalam penurunan dan pencegahan stunting adalah menjaga kebersihan lingkungan.
Hal itu disampaikan Bupati Madina ketika membuka agenda Rapat Kordinasi (Rakor) Petugas Tim Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) dan Panduan Penginputan Pelaksanaan Web Aksi Konvergensi pada Rabu, (17/9/2025) di Aula Pemkab Madina.
Bupati mengatakan acara rakor tersebut strategis dan sangat baik. Dia berharap semua petugas yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting agar betul betul memahami apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya.
“Besar harapan kami program kegiatan ini bisa mendorong partisipasi aktif untuk sama-sama berkontribusi dalam menurunkan dan mencegah stunting di wilayah kita,” kata Bupati Saipullah.
Bupati juga mengakui bahwa Pemkab Madina sangat konsen pada penurunan stunting. Untuk itu Bupati mengajak semua pihak, dimulai dari diri sendiri, lalu kepada keluarga, agar menjaga lingkungan yang sehat.
“Saya berharap pencegahan stunting ini bukan hanya slogan, tapi kita harus paham bagaimana cara mencegahnya mulai dari menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan kotor dapat memicu timbulnya penyakit, utamanya rentan pada anak-anak,” imbuhnya.
“Berikan contoh edukasi di masyarakat, bagaimana itu hidup sehat. Faktor utama datangnya stunting ini adalah lingkungan yang kotor,” sambung Bupati.
Bupati juga bercerita soal tim survey lingkungan yang datang dari Jakarta ke Madina. Dari 23 indikator penilaian, Madina dapat nilai 28, alias hasil yang sangat buruk soal kualitas kebersihan lingkungan. “Bisa jadi nanti pihak kementerian mengumumkan bahwa Madina itu lingkungannya terjorok,” ucapnya.
Rakor Petugas Tim Pencegahan Percepatan Penurunan Stunting dan Panduan Penginputan Pelaksanaan Web Aksi Konvergensi merupakan acara yang digagas oleh Dinas PPKB Madina.
Penginputan Pelaksanaan Web Aksi Konvergensi Stunting adalah proses memasukkan data pelaksanaan program dan kegiatan pencegahan serta percepatan penurunan stunting ke dalam aplikasi web Aksi Bangda yang disediakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh perangkat daerah di berbagai tingkatan, mulai dari kecamatan hingga kabupaten/kota dan provinsi.
Tujuannya adalah memantau kinerja, mengintegrasikan program dalam perencanaan, memastikan data akurat, dan meningkatkan akuntabilitas serta efektivitas program stunting secara menyeluruh.
Sekretaris DPPKB Madina Elfi Maryanni, SKM, MKM, sebelumnya melaporkan tujuan kegiatan tersebut. Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Jakarta.
Turut hadir Sekretaris Daerah Sahnan Pasaribu, Asisten III Drs Lismulyadi Nasution, para kepala OPD, para Camat, dan seluruh petugas DPPKB yang berada di tingkat desa dan kecamatan. (FAN)






