MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution merepons keluhan warga dengan mengecek langsung kondisi jembatan Abdul Hakim Ritonga di Desa Jambur Padangmatinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, yang berpotensi putus karena abrasi.
Bupati meninjau lokasi tersebut bersama Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu dan Kepala Dinas PUPR Ir. Elpi Yanti Harahap didampingi Camat Nagajuang Rahmat Rizky Ramadhan beserta tokoh masyarakat Nagajuang, Senin (18/8/2025).
“Itu berpotensi akan terputus manakala datang banjir bandang karena airnya itu akan menggerus bagian terluar dari sambungan jembatan, jadi bukan jembatan utamanya,” kata Bupati Saipullah usai meninjau kondisi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Panyabungan Utara dengan Kecamatan Nagajuang.
Secara konstruksi, lanjut bupati, jembatan tersebut cukup kokoh, termasuk pancang atau tiangnya. Namun, tidak dengan jalan penghubung ke jembatan yang ketahanannya tidak sebagus jembatan. Titik itu yang terus abrasi.
Bupati Saipullah mengungkapkan, sebelumnya Pemkab Madina telah mengusulkan perbaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk normalisasi eks bencana. Namun, jembatan ini tidak bisa diajukan karena peristiwa banjir di kawasan itu telah melebihi masa waktu dua tahun.
Sebagai langkah awal, Pemkab Madina akan menormalisasi sungai Batang Gadis yang melintas di bawah jembatan dengan melihat setiap kemungkinan, termasuk penggunaan APBD atau pengajuan ke tingkat provinsi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Ir. Elpi Yanti Harahap, ST memastikan timnya dalam pekan ini untuk melakukan survei dan mengalkulasikan kebutuhan anggaran yang diperlukan.
“Segera kami survei tim lengkap dari PUPR dan memastikan kira-kira berapa anggaran untuk penanganan normalisasi saja, bukan dek penahan,” sebut dia.
Camat Nagajuang Rahmat Rizky Ramadhan Pulungan berterima kasih atas respons cepat dan positif dari bupati Saipullah.
“Sebagai perwakilan masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Madina, terkhusus Pak Bupati yang telah meninjau dan mengambil langkah-langkah penanggulangan, kami harap bisa segera terealisasi,” kata dia didampingi sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. (FAN)






