MADINA – Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih di Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan disapa langsung Presiden Prabowo Subianto melalui zoom meeting pada peluncuran 103 KopDes Percontohan di seluruh Indonesia, Senin (21/7/2025).
Hal ini dihimpun dari pernyataan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution ketika melakukan peninjauan persiapan launching di Desa Sibanggor Jae, Rabu (16/7).
Atika mengatakan, dari 80 ribu Koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan di Indonesia, pemerintah pusat memilih 103 koperasi untuk dijadikan percontohan. Dari jumlah tersebut, 2 koperasi dari Provinsi Sumatera Utara lolos seleksi, yakni KopDes Merah Putih Sibanggor Jae Madina dan KopDes di Kota Binjai.
“Kita bangga, pemerintah pusat melirik kabupaten ini. Dari 80 ribu, 1 Koperasi Merah Putih di Madina terpilih jadi percontohan dan akan langsung disapa bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Atika.
Atika menerangkan, terpilihnya Desa Sibanggor Jae sebagai KopDes Percontohan karena sebelum adanya pembentukan Koperasi Merah Putih, koperasi di desa tersebut sudah beroperasi aktif.
“Meskipun sebelumnya belum maksimal koperasi beroperasi, tapi itu adalah hal yang wajar karena belum mendapatkan bantuan modal. Hal itu adalah menjadi salah satu penyebab dijadikan KopDes Percontohan oleh pemerintah pusat,” jelas dia.
Di sisi lain, Wabup Atika melihat semangat pengurus Koperasi Merah Putih di Sibanggor Jae sangat antusias. Ia mengucapkan terima kasih, sebab, program Koperasi Merah Putih ini adalah program nasional yang harus disukseskan bersama.
“Ini program strategis nasional yang diharapkan mampu menjadi titik ekonomi baru dari tiap-tiap desa. Artinya desa tidak bergantung pada produk-produk luar lagi. Kita nanti bisa sendiri menyalurkannya atau bahkan nanti memproduksi sendiri,” sebut Atika Azmi Utammi.
Atika juga mengharapkan 403 desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Madina tergugah dan termotivasi atas prestasi Desa Sibanggor Jae.
Sementara itu, Ketua KopDes Merah Putih Sibanggor Jae, Muhammad Syafii menyebut ada 6 gerai yang telah beroperasi. Gerai tersebut berada di Desa Sibanggor Jae dan lokasinya berbeda tempat.
“Ada gerai sembako, klinik, apotik, LPG, pupuk subsidi, serta kantor untuk sarana tempat simpan pinjam,” ujarnya. (FAN)






