MADINA, Mohga – kurang lebih satu kilometer jalan menuju pemukiman Desa Angin Barat Kecamatan Tambangan belum pernah tersentuh pembangunan. Bahkan menurut keterangan warga jalan tersebut belum pernah dibangun semenjak 30 tahun lamanya.
Desa Angin Barat merupakan Desa yang berada di Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Sumatra Utara, memiliki 160an Kepala Keluarga yang mayoritas pekerjaan warganya adalah petani.
Pekerjaan penduduk Desa Angin Barat adalah petani karet dan petani sawah, hasil getah karet ditaksir mencapai empat ton dalam seminggu, sedangkan padi yang dihasilkan mencapai 10 ton sekali musim, tentu harga dari hasil pertanian tersebut dipengaruhi oleh insfratruktur jalan. Warga mengeluh harga hasil pertanian mereka relatif lebih murah dibandingkan dari wilayah lain yang infrastrukturnya lebih baik.
Akses menuju Desa Angin Barat yaitu memasuki persimpangan dari jalan lintas Sumatra (Desa Lumban Pasir). Lalu dari simpang tersebut melewati jalan sepanjang dua kilometer, namun ketika mendekati pemukiman maka didapatilah jalan yang rusak parah penuh dengan batu yang berserakan sepanjang kurang lebih satu kilometer.
Menurut pengakuan warga Muhammad Rizal (34), jalan dari simpang itu dibangun pada tahun 2014 namun tidak sampai ke pemukiman penduduk.
“Jalan aspal dari simpang sepanjang 2 kilometer seingat saya dibangun pada tahun 2014 namun tidak sampai ke pemukiman, sisa yang 1 kilometer ini seingat saya masih begini-begini saja, berarti lebih dari 30 tahun,” ujarnya.
Rizal juga mengungkapkan bahwa Setiap hari jalan ini dilewati ratusan warga terkhusus anak-sekolah di SMP, SMA dan Pesantren.
“Sekitar 100an orang anak- anak sekolah yang melewati jalan ini tiap hari, karna SMP dan SMA adanya di Laru banyak juga yang ke pesantren,” pungkasnya
Warga berharap agar Pemda Kabupaten Madina meneruskan pembangunan jalan Desa Angin Barat sampai ke Pemukiman warga yang tertinggal sekitar satu kilometer itu. (MN-11)






