Ekowisata Baru di Mandailing Natal Bak “Kepingan Surga”

MADINA, Mohga – hallo travelers! Sekarang sudah ada tujuan wisata baru di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menawarkan keindahan panorama alam pegunungan dipadukan dengan ladang pertanian buah-buahan.

Namanya Ekowisata Puncak Panatapan, di Desa Hutanamale Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Sebagian orang berpendapat desa ini bak “kepingan surga”

Tempatnya yang berada di dataran tinggi, hembusan udara sejuk menembus kulit, ditambah pemandangan indah desa Hutanamale dan desa tetangga yang dilihat dari ketinggian.

Saiful, tokoh masyarakat Desa Hutanamale kepada mohganews menceritakan, iklim di daerah itu terbilang dingin, di tengah terik matahari saja pun masyarakat tetap merasakan udara sejuk dan asri.

Beberapa tahun terakhir, warga di desa ini memulai budidaya tanaman pertanian jenis buah-buahan. Mengolah lahan yang dulunya ditanami dengan tanaman umur tua seperti karer, kini beralihfungsi menjadi tanaman berbagai jenis buah.

Bahkan, setahun belakangan ada kelompok tani yang budidayakan buah strawberry

“Strawberry ini baru setahun dibudidaya petani kita. Alhamdulillah hasilnya memuaskan, rasanya manis, asamnya sedikit, beda dengan strawberry dari daerah lain yang kadar asamnya lebih banyak. Kultur tanahnya cocok untuk jenis strawberry,” ujarnya

“Silakan dicoba makanannya, pak. Makanan ini produk UMKM dari desa kita dan desa tetangga. Ini kami sediakan bagi setiap pengunjung yang datang ke sini,” timpal Darmin Pulungan, ketua kelompok tani Bahagia Desa Hutanamle.

Ternyata ada berbagai jenis produk UMKM yang dikelola masyarakat desa ekowisata Hutanamale ini seperti: kopi kemasan, keripik terbuat dari Labu, gula merah kemasan kecil, dan makanan ringan lainnya baik dalam bentuk kemasan maupun tanpa kemasan.

Saiful, yang juga mantan Kepala Desa Hutanamale juga Darmin mengungkapkan, kendala yang dihadapi ekowisata Hutaname saat ini adalah infrastruktur jalan.

“Kondisi jalan ke sini rusak sekali, apalagi ke tempat ekowisata Puncak Panatapan. Jalan menanjak dan cukup bahaya. Harus ekstra hati-hati. Ekowisata Hutanamale ini sudah pernah kita usulkan dalam ajang Anugerah Wisata Indonesia dari Kementerian Parekraf RI, tapi kita terlambat sehingga tidak jadi ikut seleksi. Mudah-mudahan even berikutnya ekowisata Hutanamale bisa ikut tampil,

Saiful berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kebutuhan desa ekowisata Hutanamale melalui penganggaran pembangunan jalan. Selain menghindari bahaya kecelakaaan tentu bisa mengurangi waktu tempuh menuju Panyabungan, ibu kota Kabupaten Madina

Sedangkan untuk pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, kaya Saiful, perusahaan pembangkit listrik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) sudah banyak membantu

“SMGP beberapa tahun ini sudah banyak membantu masyarakat petani di sini, mulai dari bimbingam pola cocok tanam hingga bantuan bibit dan kebutuhan pertanian lainnya. Minggu lalu SMGP juga memberikan bantuan bibit nenas, jeruk manis, jambu kristal dan polybag strawberry yang jumlahnya mencapai 2.500 bibit. Ada juga bantuan alat pengolah biji kopi,

“Yang paling kami butuhkan saat ini bantuan infrastrukutur dan sarana penunjang lainnya,” tambahnya. (MN-01)