MADINA, Mohga – puluhan orang warga Desa Siobon Julu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyatakan sikap menolak keras Abdul Aziz diunjuk sebagai pejabat kepala desa mereka.
Hal ini mereka sampaikan saat mendatangi kantor PWI Kabupaten Madina di jalan Willem Iskandar Kelurahan Pidoli Dolok Panyabungan, Selasa (22/2/2023) malam sekitar pukul 22.00 Wib.
Perwakilan masyarakat Siobon Julu yang datang terbilang puluhan orang didominasi kaum ibu, sebagian ada yang menggendong anak, ada juga beberapa orang tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Jarak tempuh dari Siobon Julu diketahui cukup jauh ke Kantor PWI Madina yang beralamat di Kelurahan Pidoli Dolok. Mereka rela mengorbankan waktu untuk datang menyampaikan keluh kesah meskipun sudah larut malam, bahkan, anak-anak yang masih balita ikut menderita kedinginan karena mereka mengendarai mobil angkutan bak terbuka.
Mereka ingin menyampaikan keluh kesah melalui media massa. Belakangan mereka mendapat kabar bahwa Abdul Azis yang akan menjabat kepala desa Siobon Julu
Ada lima poin pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan tokoh masyarakat Desa Siobon Julu bernama Anton Nasution. Yakni;
- Menolak keras saudara Abdul Azis SP sebagai Penjabat Kepala Desa Siobon Julu
- Abdul Azis SP sebelumnya tidak pernah mengabdi sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) di Siobon Julu. Anehnya dia diangkat menjadi PNS dari jabatan Sekdes Siobon Julu. Kami menilai ini pembohongan dan sekdes siluman, dia diangkat jadi sekdes PNS dari Siobon Julu tahun 2010 yang lalu tetapi sebelumnya dia tidak pernah menjabat sekdes di desa kami
- Abdul Aziz juga pernah menjadi Pj Kades Siobon Julu dari Tahun 2013-2017, selama menjabat saudara Abdul Azis kurang aktif mengurusi desa kami sehingga banyak permasalahan masyarakat yang sulit diselesaikan.
- Saudara Abdul Azis yang kami ketahui saat ini masih aktif sebagai Lurah Panyabungan II, kami yakin dia tidak akan sanggup mengurusi desa kami.
- Kepada Bapak Bupati Madina kami meminta dan memohon agar mempertimbangkan kembali atas penempatan saudara Abdul Azis sebagai Pj Kades Siobon Julu.
Tokoh masyarakat lainnya bernama Hasanuddin Batubara berpendapat apabila Bupati Madina tetap menempatkan Abdul Azis sebagai Pj Kades mereka, maka akan dikhawatirkan terjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat
“Kami menolak, kami tidak suka dengan suadara Abdul Azis hadir kembali di desa kami. Dulu sewaktu jadi Pj Kades dia jarang masuk, keluh kesah kami tak tersalurkan. Mohon dipertimbangkan apabila memang dia sudah dipilih, itu saja,” tegasnya.
“Kebanyakan warga tak suka dengannya, kami mohon aspirasi kami ini disampaikan kepada Bupati dengan harapan pembatalan Abdul Azis sebagai Pj Kades Siobon Julu,” terangnya.
Para kaum ibu yang datang tersebut juga menolak apabila Abdul Azis disahkan sebagai Pj Kades mereka.
“Enggak mau kami si Azis sampai kapanpun. Tidak ada kecocokan dengan masyarakat. Yang lain saja, kami enggak mau dia,” jelas kaum ibu-ibu itu dengan suara lantang. (MN-08)






