MADINA, Mohga – Dinas Kesehatan Kabupaten Madina bekerjasama dengan RSUD Panyabungan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji, Selasa (14/2/2023)
Pemeriksaan kesehatan ini akan berjalan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (16/2/2023)
Disela-sela pemeriksaan, calon haji menyatakan penolakan mereka terkait rencana atau usulan kenaikan ongkos haji oleh pemerintah. Hal ini disampaikan jemaah calon haji kepada mohganews. Sebagian calon haji juga mengaku belum mengetahui rencana menaikkan ongkos tersebut. Dan sebagian mereka juga menyebut sudah melunasi ongkos naik haji.
“Jelas tak setuju kalau ongkos dinaikkan. Saya sudah melunasi beberapa tahun yang lalu sebesar kurang lebih Rp 32 juta, tak ada lagi duit saya. Tidak setuju atas usulan itu, kalau jadi dinaikkan dari mana lagi kami cari kekurangannya,” ungkap Firman Nasution (71) warga Desa Panyabungan Jae.
Lebih jauh, Firman terlihat gemetar setelah mendengar informasi usulan kenaikan ONH. Ia sempat berdiri dengan perbantuan tongkat dengan napas yang sesak.
“Tidak setuju, enggak ada lagi biaya pertambahan ongkos, enggak terima,” ulangnya sembari menunduk.
Sementara rekan disamping Firman bernama Muslim (69) mengakui keputusan pemerintah tahun lalu pembatasan umur membuatnya kehilangan harapan ditambah hari ini kembali mendengar tentang kenaikan ONH.
Muslim merupakan warga Kelurahan Sipolu-polu. Dengan suara tangkas dia menolak usulan Kementerian Agama tentang kenaikan ONH.
“Mana sanggup lagi, nak. Ongkos yang pertama saja yang sudah lunas itu kami cicil. Mudah-mudahan usulan itu tak jadi naik, agar bisa berangkat tahun ini. Kan, kami sudah tua, kapan lagi bisa menunaikan ibadah rukun islam yang kelima,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis SH yang juga masuk sebagai calon jemaah haji berangkat tahun ini menolak usulan pemerintah melalui kementerian agama. Erwin dengan tegas akan menunda keberangkatan bersama istrinya apabila ONH tersebut bertahan di angka Rp 69 juta.
Erwin menyebut, keputusannya itu sudah mutlak karena sudah berbicara tentang hati nurani yang melihat dan merasakan nasib rakyatnya di kalangan kurang mampu dalam memenuhi pertambahan ongkos.
Sekadar informasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Madina bekerjasama dengan RSUD Panyabungan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji selama tiga hari dimulai sejak hari Selasa 14 Februari hingga Kamis 16 Februari 2023.
Hari pertama, giliran calon jemaah haji Kecamatan Panyabungan, Batang Natal, Lingga Bayu, Sinunukan dan Ranto Baek. Hari kedua, Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Nagajuang, Panyabungan Utara, Panyabungan Timur, Panyabungan Barat, Panyabungan Selatan dan Hutabargot.
Hari ketiga, Kecamatan Kotanopan, Lembah Sorik Marapi, Puncak Sorik Marapi, Tambangan, Muara Sipongi, Ulu Pungkut, Pakantan, Muara Batang Gadis, Natal, Batahan.
Masing-masing calon jemaah membawa surat rujukan dari Puskesmas setempat, KTP dan Kartu BPJS Kesehatan. (MN-08)






